Di Muktamar NU Jokowi Bahas Metaverse dan Pertemuan dengan Mark Zuckerberg

Jokowi Mark - inilah.com
setkab.go.id

Presiden Jokowi menyinggung pertemuannya dengan pendiri Facebook Mark Zuckerberg di Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Dihadapan peserta Muktamar Jokowi menceritakan pengalaman menjajal teknologi metaverse yang dikenalkan oleh Mark.

“Lima tahun lalu saya ingat betul, saya ketemu dengan pemilik Facebook, yang namanya Mark Zuckerberg, saya diajak saat itu main pingpong, tapi tidak ada bola pingpongnya, tidak ada meja pingpongnya, pakai kacamata oculus kemudian main bersama, sama kayak main pingpong persis 100 persen, tak, tok, tak, tok, keringetan juga,” kata Jokowi di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Rabu (22/12/2021).

“Dan dia membisikkan kepada saya, Presiden Jokowi ini baru awal, nantinya semuanya akan virtual, semuanya akan muncul yang namanya metaverse, restoran virtual, kantor virtual, wisata virtual, mal virtual, hat-hati menyikapi ini,” lanjut Jokowi.

Baca juga  Penerima Vaksin COVID-19 di Indonesia Capai 170 Juta Orang

Mantan Gubernur Jakarta itu pun meminta NU mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Ke depan, yang namanya teknologi harus mau tidak mau kita harus masuk ke sana, karena kita ingin teknologi ini maslahat bagi umat, maslahat bagi masyarakat, maslahat bagi rakyat, jangan sampai ini merusak, membuat hal-hal negatif bagi rakyat kita,” ujarnya.

Sesuai dengan tema ‘Muktamar NU Berkhidmat untuk Peradaban Dunia’, Jokowi menyebut Indonesia harus berperan aktif dalam perkembangan teknologi demi kemaslahatan umat.

“Metaverse akan mengubah, saya tidak tahu apakah pandemi ini menjadi dipercepat 5 atau 10 tahun tapi pasti datang. Oleh sebab itu, kita semua harus siap dan kita bersama-sama NU untuk peradaban dunia, dan Indonesia sekarang juga memimpin G20 juga ingin mempengaruhi kebijakan dunia yang berpihak pada negara miskin dan berkembang, kepada negara kecil dan kepulauan dalam segala hal, utamanya dalam digitalisasi, perubahan iklim dan ekonomi hijau,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar