Jumat, 30 September 2022
04 Rabi'ul Awwal 1444

Di Tengah Kunjungan Jokowi, Kim Jong Un Ancam Serang Korsel

Kamis, 28 Jul 2022 - 18:03 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Kim Jong Un ancam korea - inilah.com
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un - (Foto: ist)

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengancam Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan militernya. Kim mengancam akan menyerang apabila Korea Selatan melakukan upaya berbahaya terhadap Pyongyang.

Ancaman Kim itu disampaikan di tengah kunjungan Presiden Jokowi di Korea Selatan. Korea Selatan merupakan negara terakhir dalam kunjungan tiga negara Jokowi di Asia Timur.

Sebelumnya Kim berpidato memperingati gencatan senjata yang menghentikan Perang Korea. Ia mencap militer Korea sebagai gangster pasca penguatan kemampuan serangan pendahuluan Kill Chain.

“Upaya berbahaya seperti itu akan segera dihukum oleh kekuatan yang kuat, dan pemerintahan Yoon Seok Yeol dan militernya akan dihancurkan,” kata Kim dikutip dari kantor berita KCNA melalui Yonhap, Kamis (28/7/2022).

Baca juga
Sinyal Jokowi Dukung Ganjar tak Pengaruhi Hubungan dengan Megawati

Kim muncul di depan umum bersama istrinya Ri Sol Ju. Kim mengatakan Pyongyang tidak akan lagi mentolerir semua pernyataan tidak masuk akal dari militer Korsel. Ia memperingatkan bahwa negeri Ginseng akan membayar harga tertentu jika perilaku seperti itu terus berlanjut.

Pernyataan itu merupakan tanggapan resmi pertama Kim terhadap pemerintahan Yoon yang menggantikan pemerintahan liberal Moon Jae-in pada Mei lalu.

Kim menekankan bahwa ia sepenuhnya siap untuk setiap konfrontasi militer dengan Korsel termasuk Amerika Serikat.

Dia berulang kali mengatakan tentang pencegah perang nuklir Korut dan mengancam akan menggunakannya jika diperlukan.

“Standar ganda AS, yang secara menyesatkan melabeli semua tindakan kita sehari-hari sebagai provokasi dan ancaman sambil mengadakan latihan bersama skala besar yang secara serius mengancam keamanan nasional kita, secara harfiah adalah perilaku seperti preman yang mendorong hubungan Korea Utara-AS ke konflik dan ke titik yang tidak dapat diubah,” kata Kim.

Tinggalkan Komentar