Diapresiasi Kapolri, Ini Sepak Terjang Fadil Imran

Diapresiasi Kapolri, Ini Sepak Terjang Fadil Imran - inilah.com

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran atas gagasan Vaksinasi Merdeka yang telah 100 persen vaksinasi dosis pertama di Bulan Kemerdekaan, kini Fadil juga ditantang untuk menyelesaikan vaksinasi dosis kedua sampai akhir Agustus 2021.

Program Vaksinasi Merdeka disebar di 900 RW di Jakarta sebagai program percepatan demi mewujudkan herd immunity atau kekebalan komunal yaitu mewujudkan vaksinasi 70 persen masyarakat Indonesia bisa tercapai. Bahkan Kapolri mengimbau kepada seluruh kapolda yang ada di Indonesia untuk melakukan apa yang digagas Kapolda Metro Jaya.

Ini bukan kali pertama mantan Kapolda Jawa Timur itu membuat gebrakan selama bertugas sebagai aparat penegak hukum dan mendapat apresiasi sejumlah pihak. Beberapa di antaranya adalah

– Kasus Penculikan Anak
Kasus itu dibongkar sewaktu menjabat sebagai Kasat III Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Agustus 2007 silam. Imran berhasil menyelamatkan seorang anak bernama Erizka Prafitasari yang diculik oleh seorang sopir taksi dengan meminta tebusan Rp50 juta.

Baca juga  DPD RI: RUU Daerah Kepulauan Jadikan Indonesia Poros Maritim Dunia

– Kasus Peredaran Obat Kedaluarsa
Kasus bermozet miliaran rupiah ini dibongkar saat dirinya menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada September 2016. Ribuan obat-obatan bermerek itu dikemas baru namun isinya sudah kedaluarsa.

– Kasus Prostitusi Berkedok Model

Kasus ini terjadi pada Agustus 2016 lalu Fadil yang ketika itu masih menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar kasus prostitusi berkedok model dan jasa Sales Promotion Girl (SPG) plus-plus. Kasus ini terbongkar setelah dilakukan patroli siber dengan menelusuri website.

– Penangkapan Hercules
Pada tahun 2013 lalu saat menjabat Kapolres Jakarta Barat, Fadil bersama anggotanya (Tim Pemburu Preman) menangkap Hercules yang dianggap sebagai penguasa Tanah Abang ketika itu atas kasus pencucian uang dengan kekerasan.

Penangkapan Hercules dinilai sebagai kasus yang terkenal karena membuat geger percakapan publik ketika itu dan dinilai menjadi sebuah prestasi.

Baca juga  Wali Kota Kendari: Hari Cuci Tangan Sedunia Momentum Bangun Kota yang Sehat

– Mengusir Kapolsek Tidur Saat Rapat
Saat menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, dirinya kerap melakukan koordinasi bersama pemimpin wilayah saat membentuk kampung tangguh penanganan Covid-19. Rapat koordinasi itu dihadiri oleh sejumlah kapolsek di Jawa Timur yang terkait dengan pembentukan kampung tangguh.

Suatu ketika, saat ia memberikan pengarahan ada seorang kapolsek yang tertidur. Kondisi itu membuat Fadil geram dan langsung menegur Kapolsek Gubeng yang ketika itu dijabat Kompol Naufil di rapat koordinasi bersama Pemkot Surabaya.

“Kapolsek jangan tidur, kamu keluar saja,” ujarnya ketika itu.

Secara tegas ia pun langsung meminta kapolsek tersebut segera menghadap Kabid Propam Polda Jatim karena dianggap melanggar kode etik kepolisian.

– Menjabat Kapolda Metro

Fadil Imran didapuk menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Nana Sudjana berdasarkan Surat Telegram (ST) Nomor ST/3222/XI/KEP/2020 tanggal 16 November 2020. Selanjutnya, Nana Sudjana dipindahtugaskan menjadi Koorsahli Kapolri.

Baca juga  PON XX Papua, Erick Thohir: BUMN Terbuka Lebar bagi Atlet Berprestasi

Dalam dunia akademik, Fadil berhasil mempertahankan disertasinya Studi Kejahatan Mutilasi di Jakarta (Perspektif Pilihan Rasional dari Lima Pelaku). Dalam risetnya tersebut dia mengulas bagaimana kejahatan mutilasi ditinjau dari aspek kriminologi. Dia juga mengulas bagaimana model pencegahan kejahatan dengan melakukan pemolisian komunitas.

– Sosok Humanis

Bukan hanya gebrakan atau prestasi, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini juga dikenal sebagai pemimpin yang humanis. Ini terlihat saat mengawal penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat saat awal menjabat Kapolda Metro Jaya.

Padahal sebelumnya di kawasan itu terjadi kericuhan antara aparat keamanan dengan pendukung Front Pembela Islam (FPI) terkait pencopotan atribut FPI. Di lokasi yang sama, ia juga mengajak warga Petamburan untuk melakukan rapid test secara gratis pascakerumunan acara Maulid Nabi SAW dan akad nikah putri dari Habib Rizieq Shihab pada November 2020 lalu.

Tinggalkan Komentar