Dibayangi Kluster, Kolaborasi Jadi Kunci Pembelajaran Tatap Muka

Dibayangi Kluster, Kolaborasi Jadi Kunci Pembelajaran Tatap Muka  - inilah.com

Temuan kasus Covid-19  setelah tiga pekan pembelajaran tatap muka (PTM) nyatanya tetap terjadi. Pada Jumat (24/9), Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbudristek Jumeri menyebut kasus aktif Covid-19 yang dilaporkan satuan pendidikan yakni sebanyak 222 pendidik dan tenaga kependidikan serta  156 siswa.

Hal ini bermula dari adanya seorang siswa mengalami demam, mirip gejala Covid-19. Beberapa hari kemudian, kasusnya bertambah dua orang menjadi 56 orang.

Menurut Kepala SMA 1 Padang Panjang Sefriadi, beberapa waktu lalu, sekolah sudah mengajukan kembali izin PTM ke pemerintah kota. Akan tetapi, belum ada jawaban pasti dan PTM baru bisa dilaksanakan bila semua siswa yang diisolasi di asrama telah negatif Covid-19.

Selama masa penyelenggaraan PTM terbatas sebulan terakhir, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga pernah menutup tujuh sekolah. Dari tujuh sekolah, itu enam di antaranya ditutup karena ada satu temuan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan satu sekolah tutup karena melanggar protokol kesehatan.

Baca juga  Paradoks Pendidikan dan Pemerintah Kerja Sesuai Viral

Satu sekolah di Jakarta, yakni SD Klender 03 ditetapkan sebagai kluster karena ada dua siswa yang terinfeksi. Definisi kluster digunakan karena memenuhi syarat minimal dua orang dalam satu lingkungan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana memaparkan, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta telah membuat standar prosedur rem darurat atau emergency break dengan melakukan tracing, testing, dan treatment, serta sekolah ditutup sementara selama 3 x 24 jam untuk dilakukan disinfektasi.

“Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melakukan tes usap antigen secara berkala di sekolah-sekolah yang melakukan PTM terbatas, untuk melihat positivity rate yang ada di sekolah,” kata Nahdiana dikutip dari Antara.

Baca juga  ASN Pemkab Klungkung Gotong Royong Sumbang Sembako

Izin untuk satuan pendidikan menggelar PTM terbatas dilakukan secara bertahap dan ketat.  DKI Jakarta sebelumnya sudah mengizinkan 610 sekolah, dan pada pekan ini ditambah lagi 890 sekolah. Total sekolah yang menggelar PTM terbatas sebanyak 1.500  sekolah. Pembukaan sekolah tetap disiapkan dengan berbagai penilaian dan pelatihan terkait metode pembelajaran hingga fasilitas penunjang protokol kesehatan. Namun, beberapa hal perlu dievaluasi.

Meskipun ada kejadian penyebaran Covid-19 saat PTM, Kemendikbudristek tetap yakin PTM terbatas dapat dilakukan. Selain pendataan sekolah terhadap kesiapan belajar yang aman dari penyebaran Covid-19, juga dilakukan tes dan penelurusan  secara acak di sekolah-sekolah yang menggelar PTM oleh dinas kesehatan setempat.

Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam berbagai kesempatan mengunjungi daerah untuk mendorong PTM terbatas segera dilakukan. Menurut Nadiem, masih banyak pemerintah daerah yang belum mengizinkan PTM terbatas di sekolah dengan level PPKM 1-3.

Baca juga  Kisah Sukardi Menjadi Saksi, P2G Harap Nadiem Tidak Ingkar Janji

“Kami mohon sekali kepada pemerintah daerah untuk menyelamatkan anak-anak kita dari learning loss dan agar sekolah-sekolah bisa menerapkan PTM terbatas sesuai SKB Empat Menteri,” kata Nadiem.

Jumeri mengatakan, survei yang dilakukan Kemendikbudristek dari kurun Juli 2020 hingga saat ini, secara umum menyebut sekolah aman. Dari survei pada 46.500 satuan pendidikan, selama 14 bulan terakhir dilaporkan 2,8 persen satuan pendidikan saja yang melaporkan ada warga sekolah yang terpapar Covid-19, baik saat PTM maupun PJJ. Data-data pelaporan yang masuk masih harus diverifikasi.

“Kolaborasi yang efektif antara guru, kepala sekolah, komite sekolah, pengawas sekolah, serta orangtua sangat diharapkan  untuk menyukseskan penerapan PTM terbatas,” kata Jumeri.

Tinggalkan Komentar