Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Diboikot Netizen soal Polemik PSE, Menkominfo: Terima Kasih

Selasa, 02 Agu 2022 - 06:17 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate ketika menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (1/8/2022).
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate ketika menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (1/8/2022). (Foto Antara)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan bahwa dirinya memperhatikan pendapat warganet dan berterima kasih atas pendapat yang telah diutarakan oleh warganet terkait dengan penegakan aturan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

“Saya memperhatikan pendapat warganet dan saya berterima kasih kepada pendapat warganet,” kata Johnny ketika menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (02/02/2022).

Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai tanggapan dari tagar #BlokirKominfo yang sempat menjadi tren pembicaraan di lini masa platform Twitter setelah sejumlah situs mengalami pemblokiran oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), seperti Steam dan PayPal.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan normalisasi sementara ke sejumlah situs yang memiliki keterkaitan erat dengan kepentingan masyarakat, salah satunya adalah layanan PayPal.

Baca juga
BAKTI Berdayakan Masyarakat Jadi Penjaga Menara BTS 4G di Papua

“Setelah memperhatikan kepentingan masyarakat, normalisasi diberikan. Kesempatan itu diberikan kembali dengan catatan, kami akan melakukan koordinasi agar pendaftaran melalui online single submission bisa dilakukan,” tutur Johnny.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak warganet, bersama-sama dengan masyarakat, para pengamat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan media untuk mendorong agar penyelenggara sistem elektronik yang beroperasi di Indonesia melaksanakan kewajiban untuk mengikuti perundang-undangan di Indonesia.

“Pendaftaran ini bukan perizinan dan dilakukan dengan sangat sederhana,” kata Johnny.

Ketika disinggung mengenai situs judi online, politikus partai NasDem ini menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi judi online untuk beroperasi di Indonesia karena judi online menabrak undang-undang.

“Jadi, tidak ada yang dibuka terkait dengan judi online. Kominfo bekerja untuk membersihkan, termasuk judi online, radikalisme, terorisme, pornografi, secara khusus pornografi pada anak, dan perdagangan-perdagangan ilegal lainnya, di dalam ruang digital,” tutur Johnny.

Baca juga
Ada 191 Juta Pengguna Aktif Internet, PayPal Akhirnya Daftar PSE Kominfo

Johnny menegaskan bahwa penegakan aturan PSE merupakan wujud keberpihakan dan konsistensi Indonesia sebagai negara hukum dalam melaksanakan penegakan hukum dan aturan.

“Mari bersama-sama kita kawal, kita dukung,” ucapnya menegaskan.

Sebelumnya sejumlah netizen memginisiasi petisi yang marak ditandangani oleh publik adalah milik Fiqi Amd. Menitik beratkan pada persoalan yang belakangan menjadi buah bibir, petisi yang hadir di platform Change.org itu telah ditanda-tangani setidaknya sebanyak 4000 orang.

“Tolong jangan blokir Steam, Dota, Paypal, Counter Strike, Origin, Epic Games karena mematikan konten kreator, gamer, pro player, Esport, dan mereka pihak yang dirugikan. Sedangkan judi online yang jelas merugikan dibiarkan saja?,” tulis Fiqi dalam petisi yang dibuatnya dikutip, Senin (1/8/2022) malam.

Baca juga
Kenali Penipuan Bisnis Online

Adapun petisi Fiqi bertajuk: ‘GUGAT KOMINFO STOP MAIN BLOKIR TIDAK JELAS! MENDING BLOKIR SITUS JUDI!’.

Sementara ada juga petisi yang meminta Kominfo dibubarkan. Petisi bertajuk “#BUBARKANKemenkominfo” ini telah mendapat dukungan lebih dari 700 orang.

Tinggalkan Komentar