Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Dicap Mapan, PB PASI Tak Lagi Ongkosi Atlet Atletik Master Bertanding

Selasa, 30 Agu 2022 - 14:58 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Ibnu Naufal
Atlet Atletik Master Dedeh Erawati (Foto: Antara)
Atlet Atletik Master Dedeh Erawati (Foto: Antara)

Sekretaris Jendral (Sekjen) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung menyebut atlet atletik master dominan berasal dari kelompok yang tergolong mapan. Hingga pertimbangan tersebut diduga kuat menjadi hal yang memberatkan PASI memberi bantuan kepada para pelari veteran.

“(Bantuan) biaya itu memang semua sendiri. Karena banyak juga atlet-atlet itu yang orang-orang mapan juga,” kata Tigor Tanjung saat dihubungi Inilah.com di Jakarta belum lama ini.

Tigor menambahkan, para atlet atletik master sepenuhnya berada dalam ruang lingkup organisasi yang disebut sebagai Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI). Memang kata Tigor, organisasi pelari veteran itu sempat berada di tangan PB PASI pada era Ketua Umum (alm) Bob Hasan.

Baca juga
Ikut Kejuaraan Modal Sendiri, Dedeh: Ini Bukan Soal Mapan atau Tidak!

“Ya jadi di PAMI itu, mereka seperti sekarang ini memang masih ada ya ngirim-ngirim atlet kan banyak kejuaraan master ini. Cuma biasanya yang saya dengar-dengar seperti model paguyuban,” terang Tigor.

Terhitung sejak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Ketua Umum PB PASI pada masa jabatan 2021-2024 bantuan kepada atlet atletik master harus terhenti.

“Iya sekarang ini (atlet master pakai dana sendiri), tapi kadang mereka juga minta bantuan ke PB PASI, Kemenpora gitu. Pernah memang (kami memberi bantuan) terutama di zamannya Pak Hasan-lah,” pungkas Tigor.

Baca juga
DPR Minta PSSI Undang FIFA Investigasi Tragedi Sepak Bola Kanjuruhan

Sikap PB PASI ini juga menjadi perhatian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sekretaris Jendral (Sekjen) KONI Pusat, Tubagus Ade Lukman mengatakan, pihaknya turut prihatin menilik nasib dari para atlet veteran.

“Sebetulnya itu (pemberhentian bantuan terhadap atlet atletik master) kebijakan dari PB masing-masing. Tapi kita harapkan sebetulnya,” ungkap Ade Lukman.

Tinggalkan Komentar