Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Diduga Buat Keterangan Palsu dan Peras Rp350 Miliar, Tonny Dipolisikan

Minggu, 26 Des 2021 - 17:51 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Kasus Mafia Tanah (ils.) - inilah.com
Kasus Mafia Tanah (ils.)

Perseteruan antara Ahmad Ghozali dan Tonny Permana dalam perebutan tanah seluas 20.110 hektare di Kabupaten Tangerang, Banten masih berlanjut. Pihak Ghozali memutuskan membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya.

Laporan ini merupakan respon atas gugatan perdata Tonny di Pengadilan Negeri Tangerang kepada Ghozali. Tonny menggugat pembatalan Akta Jual Beli (AJB) milik Ghozali.

“AJB hanya bisa dibatalkan oleh para pihak yang terlibat. Sedang Tonny bukan para pihak dalam AJB tersebut, jadi bagaimana bisa dia menggugat AJB dibatalkan,” kata Pengacra Ghozali, Alloys Ferdinand kepada wartawan.

Atas dasar itu, pihak Ghozali membuat laporan polisi dengan dugaan penggunaan keterangan palsu oleh Tonny. Laporan teregister dengan nomor STTLP/B/6326/XII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya.

Dalam laporan itu, Tonny disangkakan pasal 243 KUHP, Pasal 263 KUHP, Pasal 266 KUHP, dan Pasal 378 KUHP, tentang keterangan palsu di bawah sumpah dan pemalsuan surat, dan menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan penipuan.

Baca juga
Kasus Mafia Tanah yang Menimpa Nirina Zubir Belum Selesai, Bakal Ada Tersangka Baru?

Laporan polisi ini juga berkaitan dengan adanya dugaan pemerasaan senilai Rp350 miliar kepada PT Kukuh Mandiri Lestari (Agung Sedayu Grup) selaku pembeli tanah yang sah kepada Ghozali.

Sebelumnya, kasus mafia tanah di kabupaten Tangerang, Banten yang melibatkan warga Ahmad Gozali dan Tonny Permana belum juga mereda. Padahal sudah ada putusan pengadilan tetap atau inkracht yang dimenangkan Ghozali.

Belakangan muncul isu jika Ghozali dilindungi oleh perkumpulan Naga atau julukan bagi penguasa ekonomi Indonesia.

“Kasus tanah ini antara Ahmad Ghozali dan Tonny Permana, tidak ada kaitannya dengan para Naga, maupun Agung Sedayu Grup,” kata Pengacara Ghozali, Krisna Murti kepada wartawan.

Baca juga
KSP Tanggapi Kasus Dugaan Permainan Tanah di Malang

Krisna mengatakan, kasus bermula dari gugatan Ghozali ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang pada 2 Mei 2018.  Ghozali meminta agar dilakukan pembatalan SHM milik Tonny Permana. Di tingkat pertama ini, putusan dimenangkan oleh Ghozali.

Proses hukum terus bergulir hingga tingkat Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA). Hasilnya tetap dimenangkan oleh Ghozali. Bersamaan dengan putusan PK tersebut, maka proses hukum telah mencapai inkracht. Artinya hak atas tanah seluas sekitar 20.110 meter persegi itu menjadi milik Ghozali.

Setelah itu, BPN Provinsi Banten pun menerbitkan Surat Keputusan Pembatalan Sertipikat Hak Milik Nomor 02503/Salembaran Jaya, Seluas 20.110 meter persegi atas nama Tonny Permana. Tanah tersebut terletak di Kelurahan Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Baca juga
Dua Eks Penyidik Polri Jalani Sidang Kode Etik Pelanggaran Penyidikan

“Bahwa berdasarkan Putusan-putusan yang telah memenangkan Ahmad Ghozali tersebut, maka Pihak PT Kukuh Mandiri Lestari telah membeli tanah tersebut dari Ahmad Ghozali,” kata Krisna.

Tinggalkan Komentar