Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Digeledah Kejagung, Johnny G. Plate Klaim Tak Ada Tindak Korupsi di Kominfo

Rabu, 09 Nov 2022 - 18:57 WIB
Penulis : Harris Muda
Editor : Ibnu Naufal
Aksi Blokir Game Online Kominfo Lahirkan Potensial Loss Rp30 Triliun
Menteri Komunikasi dan Informatika, Jhonny G Plate. (Tagar.id).

Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyusul penyidikan atas kasus dugaan korupsi base transceiver station (BTS).  Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan tak ada unsur korupsi dalam kasus tersebut.

Menteri Johnny mengaku, bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi sekelas BTS pada praktiknya diselenggarakan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

“Terkait BTS, ini bukan soal korupsi. Masa kita pastikan korupsi?” ujar Menteri Johnny dalam keterangannya, Rabu (9/11/2022).

Johnny menyebut, Kominfo tak mengganggu wewenang BLU BAKTI dalam hal pembangunan dan pengoperasian infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) termasuk juga BTS 4G yang belakangan diduga jadi ladang korupsi.

Baca juga
Vaksinasi COVID-19 Dosis Pertama di Indonesia Tembus 100 Juta

“Ini BLU Bakti, itu ciri khasnya punya kewenangan manajemen sendiri, berbeda dengan satuan kerja (satker) lainnya di bawah direktorat jenderal. Kalau BLU itu dipimpin oleh direksi dan dewan pengawasnya,” lanjut dia.

Kendati demikian, Menteri Johnny tak menampik bahwa pihaknya ikut membantu BLU BAKTI bersama Kementerian Keuangan untuk menyiapkan anggaran melalui APBN. Hal ini dilakukan lantaran dalam pelaksanannya pembangunan dan pengoperasian infrastruktur di wilayah 3T membutuhkan tambahan dana.

“Jadi Kominfo menyiapkan anggaran melalui APBN yang sudah diserahkan dan dikelola BAKTI. Untuk pembangunan di wilayah 3T banyak masalahnya, ‘kan terdepan, terluar dan tertinggal, ada banyak masalahnya,” sebutnya.

Maka dari itu, lanjut politikus NasDem itu wajar aparat penegak hukum ikut memintai keterangan pihaknya sekaligus melakukan giat penyelidikan. Kominfo menurutnya telah menyerahkan semua kebutuhan penyidikan dari Kejaksaan Agung pada, Senin (7/11/2022) lalu.

Baca juga
TV Analog Disuntik Mati, Warga yang Belum Punya STB Hubungi 159

“Proses penyelidikan, penyidikan oleh aparat penegak hukum, dibutuhkan informasi ke Sekretariat Jenderal Kominfo, karena anggarannya disiapkan di situ,” lanjutnya.

“Kami tentu berharap proses dapat berjalan dengan baik, cepat dan selesai karena di sisi yang lain kita juga harus menjaga momentum fisik di lapangan, yang relatif berat semua,” tambah dia.

Adapun, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Kejaksaan Agung segera mengumumkan siapa tersangka di balik kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung Kominfo.

Hal ini dinilai sebagai bagian yang cukup krusial menilik siapa dalang di balik kasus dugaan tindak rasuah yang ditaksir merugikan negara hingga Rp1 triliun.

Baca juga
Pancasila Jadi Landasan Dasar Berbudaya di Dunia Digital

“Kalau sudah masuk tahap penyidikan ya sudah harus segera menetapkan tersangka,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada inilah.com, Rabu (9/11/2022).

Tinggalkan Komentar