Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Digitalisasi dan Kolaborasi Bisa Meningkatkan Produktivitas UMKM

Kolaborasi - inilah.com
Istockphoto

CEO & Co-Founder of Dear Me Beauty, Nikita Wiradiputri, menilai pelaku usaha rintisan dan UMKM mesti mengarusutamakan kolaborasi dengan brand lain untuk mendongkrak penjualan dan penetrasi digital. Hal tersebut Nikita ungkapkan dalam Webinar Shopeepay Talk yang mengusung tema ‘Kolaborasi Hasilkan Kreasi’.

“Perintis usaha kalo mau kolaborasi harus membuat brand story jadi gampang secara kreatif. Satu hal yang harus dikeep. Gimana caranya kerjasama dengan brand legendary? Dibuat proposalnya dan jangan kecil hati saat mencobanya,” kata Nikita , Rabu (23/3/2022).

Ia menambahkan, brand dari UMKM dan pelaku usaha rintisan memerlukan kreativitas yang unik dan penetrasi digital untuk menjangkau konsumen.

“Kalau dari segi kreatif harus membuat gebrakan yang unik, itu ada  first attraction dan pelanggan akan membeli produk dan mencoba. Dari perusahaan kita ada digital ads sehingga adanya awal gebrakannya unik,” tambah Nikita yang sedang berkolaborasi dengan brand Ayam Goreng terkemuka.

Sementara, Sylvia, co-Founder of Kopi Soe menambahkan, kolaborasi antar brand diperlukan pengenalan produk dan skema yang jelas sehingga bisa saling menguntungkan.

“Yang paling penting, ini perkenalan dan skema, ide dan inisiasi. Kita kenalkan brand kita, kemudian skema mau seperti apa untuk kolaborasi untuk saling menguntungkan, meningkatkan engangementkah, cuan dan lainnya. Jadi  bagi hasilnya juga harus clear. Harus untung tapi bukan hanya cuan aja,” jelas Sylvi.

Lebih lanjutnya, Sylvi mencontohkan brand kopinya yang sedang berkolaborasi dengan celana jeans Jiniso untuk saling menggaet keuntungan di ceruk pasar masing – masing.

“Kopi Soe terkadang bukan hanya berkolaborasi dengan F&B, kita kerja sama dengan influencer, dan kami kini sedang bekerja sama dengan brand fashion yaitu Jiniso, celana jeans dari Indonesia,” jelas Sylvi.

“Makanya kami ambil kerjasama mitra dengan Jiniso karena kesesuaian brand yang kita approach seperti apa sehingga nyambung dengan objektif yang ingin kita bangun juga dan kita semua connect untuk  diskusi dan brainstorming,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Stephanie Regina, Brand Enthusiast and Founder & CEO of Haloka Group membeberkan, brand di Indonesia relatif lebih mengandalkan kolaborasi dibandingkan kompetisi karena lebih menarik bagi konsumen.

Webinar Shopeepay - inilah.com
Webinar Shopeepay

“Kolaborasi bikin brandnya hidup. Seperti halnya manusia berteman, brandnya juga berteman jadi lebih menarik dari segi konsumen jadi ada pembaruan dari brand sendiri. Kolaborasi hasilnya macem-macem, menghasilkan produk atau hasil baru, mungkin adanya komunikasi baru atau kolaborasi konten,” tutur Hanie, sapaan akrabnya.

Pelaku usaha rintisan dan UMKM, kata Hanie, memerlukan strategi kolaborasi yang mengenal kondisi objektif dari brand masing-masing dan mencari kecocokan dengan mitra untuk bekerjasama.

“Cara menyatukan dua brand seperti dua orang manusia biasa mau berhubungan pasti ada situasi ada pengenalan. Gimana sih, ngobrol, pdkt, sama ga ya visi kita. Lalu, hubungan mau dibawa kemana, tujuannya mau kaya gimana, nah sama dua brand itu harus duduk bareng tujuan dari kolaborasi ini mau ngejarnya apa. Tujuan akhirnya ga selalu cuan, semisal campaign atau lain, harus dipertahankan. Apalagi tentang brand purpose dan hal prinsip. Saat kolaborasi, kalau kita punya produk eco-friendly, jaga konsistensi jangan menghamburkan plastik, contohnya,” tutur Hanie.

“UMKM coba kolaborasi bisa dalam bentuk produk baru, semisal hampers ramadhan. Makanan dan minuman gabung, launching deh, inovasi baru. UMKM kolaborasi dengan brand besar memungkinkan akan tetapi UMKM harus memiliki unique selling preposition,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Shopeepay Talk bertajuk ‘Kolaborasi Hasilkan Kreasi’ digelar virtual Rabu (23/3) menghadirkan tiga narasumber yakni Sylvia, Co-Founder of Kopi Soe, Stephanie Regina, Brand Enthusiast and Founder & CEO of Haloka Group dan Nikita Wiradiputri, CEO & Co-Founder of Dear Me Beauty.

Baca juga
Bank BJB Catatkan Laba Kotor Rp2,6 Triliun, Siap Hadapi Tahun 2022 dengan Optimisme

Tinggalkan Komentar