Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Digoyang Formula E, Gubernur Anies Tak Perlu Ciut Interpelasi PDIP dan PSI

Minggu, 29 Agu 2021 - 14:55 WIB
Digoyang Formula E, Gubernur Anies Tak Perlu Ciut Interpelasi PDIP dan PSI - inilah.com

Menghadapi manuver politik PDIP dan PSI terkait hak interpelasi Formula E di DPRD DKI, Gubernur Anies Baswedan tak perlu ciut nyali. Anggap saja ujian sebagai calon pemimpin nasional di masa depan.

Dukungan terhadap Gubernur Anies disampaikan Kamrussamad, Anggota DPR Dapil DKI Jakarta dari Partai Gerindra. Dia bilang, interpelasi merupakan salah bagian dari tugas dan fungsi pengawasan dewan terhadap kebijakan kepala daerah, atau kepala negara. “Enggak perlu terlalu khawatir-lah. Itu kan bagian dari dinamika politik yang sesuai dengan konstitusi,” papar Kamrussamad.

Apalagi, lanjut anak buah Prabowo itu, Gubernur Anies merasa tak ada yang salah terkait kebijakan Formula E. Dirinya meyakini, Gubernur Anies punya kemampuan komunikasi yang mumpuni.  “Jika Gubernur Anies memang merasa tidak ada yang salah, tidak perlu takut menghadapi interpelasi. Karena beliau kan piawai berkomunikasi. Apalagi beliau disebut-sebut sebagai Gubernur-nya Indonesia karena ketua APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia). Dan salah satu calon pemimpin Indonesia di masa depan,” ungkap anggota Komisi XI DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta itu.

Baca juga
PKS: Formula E Harus Diapresiasi Bukan Diinterpelasi

Meski begitu, dirinya menyayangkan pertemuan politik Gubernur Anies dengan tujuh parpol yang tidak mengundang PSI maupun PDIP. “Seharusnya mereka diundang, karena mereka yang interpelasi sehingga perlu penjelasan,” paparnya.

Kamrussamad setuju bahwa publik perlu keterbukaan terkait berbagai program pemerintah. Dalam konteks ini, Gubernur Anies perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait proyek Formula E pada 2022. “Saat ini, warga DKI Jakarta mengalami kesulitan mencari nafkah akibat pandemi yang berkepanjangan. Upaya mengatasi pengangguran dan kemiskinan seharusnya menjadi agenda prioritas Pemprov DKI Jakarta,” tegasnya.

Informasi saja, Pemprov DKI berencana menggelar balapan mobil listrik Formula E di ibu kota pada 2022. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta perlu melakukan persiapan, termasuk membangun sarana dan prasarana. Biaya penyelenggaraan Formula E diperkirakan mencapai Rp1,23 triliun.

Baca juga
Interpelasi Formula E, Semakin Politis dan Sarat Kepentingan Ekonomi

Atas gedenya biaya dikaitkan dengan defisit anggaran di Pemprov DKI, PSI dan PDIP menolak rencana tersebut. Tahun ini, pendapatan daerah baru Rp55 triliun sementara belanjanya Rp57 triliun. Alias nombok Rp2 triliun. Alasan inilah yang ditenteng PSI dan PDIP untuk mengajukan hak interpelasi.

Sementara tujuh fraksi lain yakni Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, PKB-PPP, Nasdem dan Golkar, mendukung Gubernur Anies. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik mengatakan, tujuh Fraksi di DPRD DKI, yakni Nasdem, Golkar, Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat sepakat menolak wacana penggunaan hak interpelasi tersebut.

Kesepakatan itu diambil usai pimpinan ketujuh Fraksi bertemu dengan Gubernur Anies di rumah dinas gubernur di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/8/2021) malam. “Jadi secara umum tujuh fraksi sepekat untuk tidak ikut interpelasi,” ujar Taufik.

Baca juga
DPRD DKI Tunda Rapat Paripurna Interpelasi Formula E

Menurut politisi Gerindra ini, Gubernur Anies sudah menjelaskan alasan dilaksanakannya Formula E pada 2022. “Jakarta, saat ini, butuh pemantik pertumbuhan ekonomi, dan salah satunya adalah Formula E,” pungkas Taufik.

Tinggalkan Komentar