Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Dikecam, Penurunan Ratusan Aparat ke Kampung Wadas

Dikecam, Penurunan Ratusan Aparat ke Kampung Wadas
Dikecam, Penurunan Ratusan Aparat ke Kampung Wadas

Greenpeace Indonesia mengecam keras penurunan ratusan personil kepolisian ke kampung Wadas, Purworejo Jawa Tengah.

Sejak kemarin siang, ratusan personil Brimob berkumpul di Polres Purworejo, dan mendirikan beberapa tenda di Lapangan Kaliboto (dekat pintu masuk Desa Wadas). “Anehnya, di malam hari listrik di Desa Wadas mati, sedangkan desa lain di sekitar Wadas tetap menyala,” tulis Greenpeace Indonesia dalam akun Instagram @greenpeaceid.

Pagi tadi, seorang warga ditangkap paksa oleh aparat bersenjata untuk dibawa ke Polsek Bener. Kondisi sinyal dan internet yang terganggu membuat warga Wadas kesulitan untuk berkomunikasi.

“Greenpeace Indonesia mengecam keras polisi masuk kampung, intimidasi warga, dan melakukan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Wadas,”

Baca juga
Jateng-Papua Provinsi Tertinggi Penyumbang Covid-19

Amnesty International Indonesia (AII) juga menyatakan kecamannya atas tindakan aparat masuk kampung dan melakukan intimidasi terhadap warga.

“Penurunan aparat keamanan secara besar-besaran dan bersenjata lengkap ke Desa Wadas merupakan bentuk intimidasi terhadap warga Wadas yang menolak tambang batu andesit di sana,” kata Deputi Direktur Amnesty International Indonesia Wirya Adiwena sebagaimana dikutip dalam laman amnesty.id, Selasa (8/2/2022).

Bahkan, sebanyak 25 orang warga Desa Wadas serta perwakilan dari LBH Yogyakarta juga diangkut aparat kepolisian ke Mapolsek Bener.

Warga Desa Wadas memiliki hak untuk memberikan, atau tidak memberikan, persetujuan yang didasarkan informasi, di awal, dan tanpa paksaan terhadap rencana penambangan di wilayah mereka. Mereka juga berhak untuk mengekspresikannya secara damai.

Baca juga
Gagal di Liga 3 Jateng, Manajer Persiku Diberhentikan

“Bagaimana mungkin persetujuan diberikan tanpa paksaan jika ratusan anggota TNI, Polri, dan Satpol PP datangi warga? Apalagi jika polisi melakukan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga yang menolak tambang,” sambungnya.

Merujuk catatan AII, sepanjang 2021 ada setidaknya 44 orang pembela hak masyarakat adat dan aktivis lingkungan yang menjadi korban serangan, baik berupa penangkapan, kekerasan fisik, hingga intimidasi.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons ribuan aparat kepolisian menyerbu Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo hari ini, Selasa (8/1/2022).

Ganjar membenarkan bila ada kegiatan pengukuran yang dilakukan di Desa Wadas tersebut. Namun Ganjar membela aparat dengan mengatakan bahwa polisi yang datang tak lepas dari menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Baca juga
Menteri Bahlil: Wacana Tunda Pemilu Jangan Diharamkan

“Iya ada pengukuran, hanya pengukuran saja kok, tidak perlu ditakuti, tidak akan ada kekerasan,” ungkap Ganjar.

 

Tinggalkan Komentar