Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Dikriminalisasi, Investor Korsel Minta Perlindungan Hukum

Rabu, 18 Mei 2022 - 19:20 WIB
Dikriminalisasi, Investor Korsel Minta Perlindungan Hukum
Dikriminalisasi, Investor Korsel Minta Perlindungan Hukum

Pengusaha asal Korea Selatan, Lee Su Keun meminta perlindungan hukum setelah ditetapkan tersangka oleh polisi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik.

Direktur PT Sunghyun Hightech Indonesia (SHI) itu mengadu kepada Kejaksaan Agung, Propam Polri, dan Biro Pengawasan Penyidikan Bareskrim Polri karena merasa dikriminalisasi.”Klien kami telah mengadu sebagai pemohon perlindungan hukum. Jelas kriminalisasi, dan ini bisa menjadi preseden buruk bagi dunia investasi,” kata kuasa hukum Lee, Tobbyas Ndiwa kepada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Lee juga telah mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka dirinya. Menurut Tobyas, pada 10 Mei 2021 lalu, Lee dipolisikan terkait dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui media elektronik lewat akun @thgreenbelle.drivingrange

Baca juga
Sopir HRV Mabuk yang Tabrak 3 Motor di Sudirman Jadi Tersangka

“Perusahaan klien kami dan pelapor mempunyai hubungan hukum keperdataan terkait surat perjanjian sewa,” katanya. Lee akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada 19 April 2022.

Tobyas mengatakan bahwa perbuatan yang dituduhkan kepada kliennya tidak berdasar. Pasalnya, Lee bukan pemilik akun tersebut dan tidak pernah menuliskan pernyataan yang dipermasalahkan.

“Muncul tulisan di Instagram itu kami katakan misterius. Karena klien kami dan para saksi sudah diperiksa, yang keteranganya semua tidak tahu siapa pemilik akun instagram yang memunculkan tulisan tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini seharusnya menjadi tugas aparat kepolisian untuk mencari tahu.”Bukankah kepolisian punya perangkat cyber yang canggih,” ingkar Tobbyas dengan nada bertanya.

Baca juga
Semakin Banyak Perempuan di Korsel Bekukan Sel Telurnya

Menurutnya, Lee Su Keun adalah salah satu investor asing yang belum pernah bermasalah dengan hukum selama berinvestasi di Indonesia. Selain itu, Tobbyas pun mempertanyakan penetapan tersangka terhadap Lee karena yang bersangkutan tidak bisa menulis dalam bahasa Indonesia.

“Bahasa Indonesianya belum sempurna, sementara kata-kata di akun Instagram sangat terkonsep dengan bahasa indonesia yang baik. Bahkan yang bersangkutan tidak memiliki akun di platform Instagram,” pungkas Tobbyas.

 

Tinggalkan Komentar