Dinamika Jelang Muktamar ke-34, JMM: NU Harus Hadir di Semua Lapisan Umat

Dinamika Jelang Muktamar ke-34, JMM: NU Harus Hadir di Semua Lapisan Umat - inilah.com
(ist)

Koordinator Jaringan Muslim Madani (JMM) Syukron Jamal mengatakan, sebagai kendaraan perjuangan, NU harus tetap “berplat hitam” atau menjadi milik ulama dan umat, tidak boleh menjadi kendaraan pihak lain.

“NU harus hadir di semua lapisan umat menjawab tantangan salah
satunya, kembali memperkuat dan menjaga basis akar rumput sebagai
kekuatan utama NU selama ini,” kata Syukron dalam keterangan tertulis yang diterima INILAHCOM, Senin (11/10).

Syukron yang juga analis media, politik dan sosial keagamaan itu menyatakan sikap moderat NU sebagai representasi “Islam wasathiyah” (Islam moderat) yang “rahmatan lil alamin” (rahmat semesta alam) punya peran penting mengawal kehidupan bangsa dan negara yang majemuk seperti Indonesia.

“Peran NU sangat dibutuhkan dalam mewujudkan sistem dan tatanan peradaban dan perdamaian dunia,” ujarnya.

Baca juga  Patuh ke Rais Aam, PWNU Jatim Dukung Muktamar Digelar Pertengahan Desember

Mantan aktivis PMII itu mengatakan dinamika dan konstelasi jelang Muktamar harus tetap menjaga dan mengedepankan marwah NU dan para kyai atau ulama di dalamnya.

Konstelasi yang kian hangat diharap Syukron lebih mengedepankan pada pertarungan ide dan gagasan, visi misi membawa NU semakin berperan baik di nasional maupun global sekaligus pada sisi lain menjawab berbagai tantangan keumatan.

“Bagaimanapun, NU bukan organisasi politik atau partai politik, melainkan organisasi keumatan. Siapapun yang berkontestasi tentu adalah merupakan figur-figur yang terbaik dan mumpuni serta patut dihormati sehingga harus dihindari upaya saling menjatuhkan secara personal,” kata Syukron.

Syukron mengingatkan, tantangan NU ke depan akan semakin berat, seiring dengan era globalisasi yang ditandai dengan interkoneksi, antara manusia satu dan lainnya saling terhubung dengan berbagai latar belakang suku bangsa, ideologi dan pemikiran berbeda.

Baca juga  Gus Ipul: PBNU Sedang Tidak Baik-baik Saja

Pada sisi lain dunia terus berubah sehingga menuntut kualitas SDM yang mampu menjawab kebutuhan sekaligus persoalan global mulai dari ekonomi, politik, sosial, budaya, lingkungan hingga perkembangan sains teknologi.

“Pada era globalisasi sebagai pengaruh keterbukaan informasi, kita saat ini dihadapkan pada masifnya penyebaran paham dan gerakan ideologi transnasional yang tidak sedikit bertolak belakang dengan semangat moderasi beragama, kultur serta budaya bangsa, namun justru subur dan berkembang di tanah air kita tercinta,” jelas Syukron.

Syukron berharap Muktamar NU dapat melahirkan kebijakan dan produk hukum organisasi serta kepemimpinan yang terus membawa NU maju, berkembang dan modern.

Baca juga  Foto: Pemerintah Turunkan Harga Tes PCR Rp275.000 di Jawa-Bali

Selain itu, NU juga dapat berperan dalam kerja-kerja keumatan melalui berbagai program pemberdayaan umat, penguatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, pengembangan sains teknologi dan tentu saja tetap menjadi garda terdepan membumikan “Islam rahmatan lil alamin” yang ramah, moderat dan toleran.

Sementara itu, Muktamar ke-34 NU direncanakan digelar di Lampung pada Desember 2021 mendatang. Dalam muktamar itu, ada dua posisi yang akan ditentukan, yaitu rais am pada level syuriah dan ketua umum pada level tanfidziyah.

Terdapat dua bakal calon ketua umum yang santer disebut yakni KH Said Aqil Siradj dan KH Yahya Cholil Staquf.

Tinggalkan Komentar