Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Dipercaya Salurkan KUR Rp1 Triliun, Bank DKI Ingin Tumbuh Besar Bersama UMKM

Dipercaya Salurkan KUR Rp1 Triliun, Bank DKI Ingin Tumbuh Besar Bersama UMKM

Tahun ini, Bank DKI dipercaya menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp1 triliun. Bukti kepercayaan pemerintah terhadap komitmen Bank DKI dalam menumbuhkan UMKM.

Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Farid Wazdi sangat mengapresiasi kepercayaan dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan dan Kementerian koperasi dan UKM. “Kita sangat bersyukur atas kepercayaan dari Kemenko Perekonomian, Kemenkeu dan Kemenkop UKM. Yang jelas, Bank DKI siap memajukan UMKM sebagai tulag punggung perekonomian nasional,” papar Babay kepada Inilah.com, Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Dengan modal Rp1 triliun ini, kata Babay, Bank DKI siap menyalurkan KUR kepada 25 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di 260 kelurahan di DKI Jakarta. “Bank DKI ingin menjadi besar bersama UMKM. Melalui program KUR, kami yakin UMKM di wilayah Pemprov DKI bisa bertumbuh dan membesar,” paparnya.

Baca juga
Ini Cara Bea Cukai Dukung UMKM Naik Kelas melalui Pasar Ekspor

Upaya mendorong pertumbuhan UMKM, kata Babay, pihak Pemrov dan Bank DKI, punya kesesuaian yang cukup oke. Berbagai program pelatihan dilakukan untuk mendorong para pelaku UMKM di DKI bisa semakin maju usahanya. “Bank DKI dan Pemprov sudah mengedukasi 300 ribu UMKM baru. Kami berdua juga sepakat untuk memudahkan warga DKI menjadi pelaku UMKM. Pihak Pemprov berikan kemudahan perizinan, kami memberikan kemudahan dalam permodalan,” tutur Babay.

Bagi UMKM yang tertarik mendapatkan kredit modal, kata Babay, Bank DKI menjamin prosesnya tidak rumit. Hanya saja, Bank DKI tetap mengedepankan prinsip-prinsip kehati-hatian alias prudent. “Bagi UMUKM yang berminat mendapatkan KUR ini, syaratnya mudah dan tidak bertele-tele. Punya KTP, ada keterangan dari RT, RT dan kelurahan setempat. Menerangkan yang bersangkutan memang punya usaha. Selain itu, tidak punya tunggakan kredit di bank lain. Ini penting, karena kami harus memastikan semuanya aman,” terang Babay.

Baca juga
Dorong Ekonomi Bergerak Cepat, PSN Rp5.698,5 Triliun Ditargetkan Rampung 2024

Urusan menekan angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL), kata Babay, Bank DKI cukup teruji. Pada 2021, NPL mikro bisa ditekan di kisaran 1,34%. Masih jauh di bawah ambang batas Peraturan BI sebesar 3%. “Intinya itu tadi, beri kemudahan kredit kepada UMKM secara benar. Ingat, program KUR bukan bagi-bagi duit lalu selesai. Ini kan uang rakyat yang bunganya disubsidi pemerintah. Pertanggungjawabannya harus jelas,” ungkapnya.

Dengan kepercayaan ini, Babay merasa optimis, Bank DKI dan UMKM di Pemrov DKI, bisa maju bersama-sama. “Kita ingin bantu modal penjual nasi uduk ada usaha kecil lainnya. Agar bisa tumbuh besar. Di sini perlu peningkatan skill dan pangsa pasar. kami yakin, Bank DKI dan UMKM bisa membesar bersama-sama,” pungkasnya.

Baca juga
Denda Rp4 Miliar Karena Tak Ada Izin BPOM, Bisa Bunuh Jutaan UMKM

 

Tinggalkan Komentar