Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Diplomasi Jokowi dan G20, Angkat Citra Indonesia di Mata Dunia

Senin, 14 Nov 2022 - 11:25 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi saat meninjau secara sejumlah tempat yang akan dijadikan lokasi penyelenggaraan KTT G20, pada Selasa (08/11/2022). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno Marsudi saat meninjau secara sejumlah tempat yang akan dijadikan lokasi penyelenggaraan KTT G20, pada Selasa (08/11/2022). (Foto: BPMI Setpres)

Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali akan berlangsung 15 – 16 November 2022. Mata dunia internasional akan tertuju kepada Indonesia. Citra negara kita akan menjadi taruhannya. Karena sukses tidaknya perhelatan internasional ini sangat tergantung dari Indonesia selaku ketua presidensi dan tuan rumah.

Forum kerjasama 20 negara ekonomi utama dunia ini harus menjadi momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik. Kita bisa menjamin keamanan, kenyamanan dan kepuasan pelayanan kepada para tamu negara. Sehingga hasil dari forum G20 ini diharapkan bisa membawa kepada kemajuan dan stabilitas ekonomi global. Bukan sebaliknya konferensi ini membawa dampak yang tidak baik bagi negara-negara di dunia khususnya Indonesia.

Perlu diketahui, bahwa fokus KTT G20 pada kebijakan di bidang ekonomi dan pembangunan, termasuk negara-negara miskin dan kecil. Anggota-anggota G20 terdiri dari 19 negara dan satu kawasan; Argentina, Australia, Brazil, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, AS, dan Uni Eropa.

Baca juga
Wacana Jadi Cawapres 2024, Jokowi: Bukan dari Saya, dari Siapa?

Di luar dari 20 negara itu, Indonesia juga mengundang negara lain. Sebanyak 17 kepala negara sudah konfirmasi akan hadir, juga Presiden AS Joe Biden. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy juga diundang. Meski sebelumnya AS dan sekutunya mengancam akan memboikot KTT G20 di Bali bila Putin diundang.

Mereka juga menuntut Indonesia agar mengeluarkan Rusia dari G20. Namun, Presiden Joko Widodo mengabaikannya karena G20 merupakan forum ekonomi bukan politik. Jokowi keukeuh mengundang Putin. Bahkan ia datang ke dua negara yang tengah berperang itu untuk mendamaikan sekaligus menyampaikan undangan agar hadir di Bali. Indonesia adalah negara berdaulat baik secara ekonomi maupun politik, sehingga tidak boleh ada negara lain yang bisa mengintervensi.

Kita patut berbangga Indonesia menjadi ketua presidensi dan tuan rumah penyelenggaraan KTT tersebut. Ini bukan saja kepercayaan dan penghormatan, tetapi juga menunjukkan peran RI di dunia internasional diperhitungkan. Kita telah disejajarkan dengan negara-negara maju di dunia. Dan kita satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam G20.

Baca juga
KTT G20, Jokowi Serukan Penguatan Arsitektur Kesehatan Global

Demi suksesnya perhelatan ini, lebih dari 18.000 personel TNI, Polri, dan keamanan lainnya akan dikerahkan. Puluhan kapal, pesawat tempur hingga helikopter juga disiagakan untuk mendukung pengamanan. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan keamanan KTT G20 di Pulau Dewata terjaga. Karena itu kolaborasi antar institusi seperti TNI dan Polri sangat diperlukan. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada 17 – 20 Oktober lalu, juga menggelar latihan guna mencegah agar tidak ada aksi terorisme. Simulasi melibatkan 150 personel gabungan dengan harapan pengamanan puncak KTT G20 di Bali semakin siap.

Masyarakat Bali tentu menyambut baik puncak KTT G20 itu. Sebagai pulau pariwisata berbasis budaya dan tradisi yang kental, Bali memiliki cara khas untuk menyambut kedatangan para delegasi. Sebanyak 2.500 penjor (bambu dengan hiasan daun kelapa muda) akan dipasang di jalan khusus untuk menyambut delegasi. Momentum ini pun menjadi peluang Pemerintah RI untuk melakukan akselerasi energi terbarukan melalui pengembangan kendaraan listrik. Para kepala negara di dunia beserta para delegasi bakal disuguhkan dengan transportasi kendaraan itu.

Baca juga
Jabatan Presiden Bukan Warisan, Kandidat Capres Harus Rebut Hati Rakyat

Sekali lagi, suksesnya penyelenggaraan konferensi ini akan menentukan citra Indonesia di mata dunia internasional. Kepercayaan ini jangan disia-siakan. Memang kita sepatutnya turut menyukseskan KTT G20 di Bali dengan menciptakan iklim yang kondusif di tengah masyarakat.

Tinggalkan Komentar