Rabu, 17 Agustus 2022
19 Muharram 1444

Diplomasi Jokowi ke Ukraina-Rusia Diharapkan Hasilkan Gencatan Senjata

Jumat, 01 Jul 2022 - 18:47 WIB
Diplomasi Jokowi
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana. (ist)

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana berharap diplomasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia dapat menghasilkan gencatan senjata, utamanya pengakhiran serangan oleh Rusia.

“Perjalanan Presiden sangat positif dan mudah-mudahan menghasilkan genjatan senjata, utamanya pengakhiran serangan oleh Rusia,” ujar Prof Hikmahanto dalam keterangan di Jakarta, Jumat (1/7/2022).

Menurut dia, Presiden Jokowi sangat cerdas untuk menghadirkan gencatan senjata dengan gambaran besar akan terjadi krisis pangan di negara-negara berkembang karena perang berdampak pada rantai pasokan gandum dan pupuk.

“Ini yang Bapak Presiden sampaikan dalam pertemuan G7, pertemuan dengan Presiden Zelenskyy dan Presiden Putin,” kata Prof Hikmahanto.

Presiden Jokowi, lanjut dia, esensinya ingin menyampaikan terlepas dari alasan dari pihak-pihak yang terlibat dalam perang, termasuk AS dan sekutunya, bahwa perang akan membawa penderitaan pada rakyat banyak di negara berkembang dan karenanya perang harus dihentikan.

Baca juga
Gegara Berobat ke Luar Negeri, Negara Kehilangan Rp97 Triliun

Selanjutnya Presiden Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Vladimir Putin antusias atas kehadiran Presiden Jokowi. Ini karena dua negara tersebut sudah lelah dalam perang.

Dan bagi Rusia mereka butuh Presiden Jokowi agar mereka memiliki alasan untuk menghentikan serangan.

“Rusia tidak ingin mengulangi kebodohan AS yang keluar secara tiba-tiba dari Afghanistan,” kata dia.

Tentu gencatan senjata tidak akan dirasakan langsung tetapi perlahan-lahan akan berkurang .

“Nanti kita akan lihat Ukraina bisa lakukan ekspor gandum dan Rusia juga bisa ekspor pupuk ke negara-negara berkembang,” kata dia.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo menyatakan siap menjadi jembatan komunikasi antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin agar kedua pihak mencapai perdamaian.

Baca juga
Kapolri Perintahkan Berantas Pinjol Ilegal

“”Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara pemimpin tersebut,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers bersama Presiden Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis waktu setempat.

Presiden Jokowi mengatakan meskipun situasi saat ini masih sangat sulit, upaya penyelesaian damai penting untuk terus dikedepankan dan ruang-ruang dialog diupayakan dapat terus dibuka.

Dalam pertemuan kedua pemimpin itu, Jokowi juga menekankan isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. UUD 1945 mengamanatkan bahwa Indonesia selalu berusaha berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia.

Baca juga
Ketimbang Naikkan Pertalite dan LPG, Faisal Basri Tantang Jokowi Tunda Proyek IKN

“Dalam konteks inilah, saya melakukan kunjungan ke Kiev dan Moskow,” kata Presiden Jokowi.

Tinggalkan Komentar