Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Diputus Bersalah, Robin Diberhentikan Tidak Hormat

Senin, 31 Mei 2021 - 14:08 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi

INILAHCOM, Jakarta - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah selesai membacakan putusan sidang etik Penyidik Stepanus Robin Pattuju.

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Pangabean memutuskan Robin diberhentikan secara tidak hormat dalam sidang tersebut.

"Menghukum terperiksa (Robin) dengan saksi berat berupa diberhentikan tidak dengan hormat sebagi pegwai KPK," kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di gedung ACLC Kuningan, Jakarta , Senin (31/5/2021).

Tumpak menilai Robin terbukti menerima uang suap Rp1,3 miliar dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar dari Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial. Duit itu diterima Robin untuk menutup pengusutan perkara korupsi di Tanjung Balai yang sudah dalam tahap penyidikan.

Tindakan Robin tidak bisa diampuni. Dewas menilai Robin melanggar Pasal 4 ayat 2 huruf a, b, dan c Undang-Undang Dewas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penindakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku.

"Menyalahgunakan surat penyidik untuk kepentingan pribadi dan menyalahgunakan tanda pengenal insan komisi," tegas Tumpak.