Dirut Pertamina Layak Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

Dirut Pertamina Layak Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia - inilah.com
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (ist)

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dinilai layak untuk masuk ke dalam daftar 100 perempuan paling berpengaruh di dunia versi Fortune International karena keberhasilannya membawa BUMN migas tersebut keluar dari kesulitan di masa pandemi.

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menanggapi majalah Fortune International yang menempatkan Nicke di peringkat 17 dari 100 perempuan paling berpengaruh di dunia. Majalah ini menilai Nicke terbukti mampu melewati tantangan triple shock.

“Saya kira ini bentuk apresiasi pihak eksternal kepada beliau (Nicke) karena keberhasilannya membawa BUMN yang dipimpinnya keluar dari kesulitan di masa pandemi,” ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Baca juga  Daripada Kosong, PT Arun Gas Disulap Jadi Gudang Gas Terbesar di Indonesia

Menurut dia, keberhasilan Pertamina antara lain tercermin dari laporan keuangan di antaranya berhasil meraih laba di tengah kondisi yang berat.

“Padahal, pada saat itu tidak sedikit industri migas dunia yang justru mengalami kerugian,” ujar Komaidi.

Sesuai laporan keuangan pada semester I tahun 2021, Pertamina membukukan laba sebesar US$183 juta atau setara dengan Rp2,6 triliun. Sedangkan periode yang sama tahun 2020 perusahaan sempat mengalami kerugian sebesar US$768 juta.

Dengan begitu, tambahnya, BUMN migas ini berhasil meningkatkan laba sebesar US$951 juta atau setara dengan Rp13,6 triliun.

“Jadi, memang layak diapresiasi. Pencapaian tersebut merupakan prestasi, di tengah kondisi sektor migas yang tidak mudah menghadapi tantangan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Baca juga  Erick Thohir Sambut Baik Kerja Sama Pertamina-ExxonMobil

Komaidi juga sependapat bahwa pandemi COVID-19 menjadikan industri migas berada dalam posisi sulit, tetapi Nicke membuktikan kemampuan dengan berhasil melewati tantangan triple shock, yaitu jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina.

Ketiga faktor tersebut, seperti disampaikan Fortune International, telah menurunkan pendapatan dan laba Pertamina, tambah Komaidi, namun di bawah kepemimpinan Nicke, pada paruh pertama 2021 Pertamina menunjukkan kondisi lebih baik dengan mencapai target produksi minyak dan gas bumi.

Sebelumnya, majalah Fortune Internasional menyejajarkan prestasi Nicke Widyawati dengan sejumlah CEO global, di antaranya CEO GlaxoSmithKline Emma Walmsley peringkat pertama, CEO Ping An Group Jessica Tan peringkat kedua, CEO Banco Santander Ana Botin peringkat ketiga, dan CEO Macquarie Group Ltd Shemara R Wikramanayake peringkat keempat.

Baca juga  Di Hari Jadi TNI, Waket DPD RI Dorong Kolaborasi TNI-Pemda Jaga Ketahanan Ekosistem Hutan

Berada di bawah Nicke, di antaranya President Global Foods & Refreshment Unilever Hanneke Faber peringkat ke-23, CEO Norsk Hydro Hilde Merete Aasheim peringkat ke-24, CEO P&G Alexandra Keith peringkat ke-37, dan CEO OCBC NISP Helen Wong peringkat ke-41.

Tinggalkan Komentar