Disanksi Badan Anti-Doping Dunia, Mantan Menpora Minta KOI dan LADI Dievaluasi

Disanksi Badan Anti-Doping Dunia, Mantan Menpora Minta KOI dan LADI Dievaluasi - inilah.com
Mantan Menpora Roy Suryo. ist

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo meminta pemerintah segera mengatasi sanksi dari World Anti-Doping Agency (WADA) atau Badan Anti-Doping Dunia.

Roy juga meminta pemerintah mengevaluasi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI).

“Pemerintah dalam hal ini Kemenpora, harus evaluasi serius KOI dan khususnya LADI yang setahun ini gonta-ganti pengurus sampai 3 kali,” kata Roy Suryo, Jumat (8/10/2021).

Dia menambahkan, pada 2013 Indonesia telah merintis lab anti-doping di ITB bahkan bekerja sama dengan Inggris.

“Sekali lagi ini serius, kasihan nasib atlet-atlet kita,” ujarnya.

Roy meminta Kemenpora segera memberikan klarifikasi ke WADA sebelum Indonesia benar-benar mendapat sanksi.

Baca juga  Indonesia Masih Punya Kesempatan Klarifikasi Anti-Doping ke WADA

“Ya, tadi saya dengar Menpora sudah memberikan statemen. Namun sebaiknya segera diurus ke WADA karena tengat waktunya sudah lewat,” kata Roy kepada Inilah.com, Jumat.

Sebagai informasi, WADA menjatuhkan sanksi karena Indonesia dinilai tidak patuh dalam penerapan program uji doping. Indonesia bersama tujuh negara lain tidak mengirimkan sampel uji doping selama masa pandemi tahun 2020 dan 2021, sebagaimana dalam aturan test doping plan (TDP).

Selain Indonesia terdapat delapan negara lain yang diperingatkan WADA, yaitu Jerman, Belgia, Montenegro, Rumania, Korea Utara, Thailand, dan Indonesia.

Pada 15 September 2021, WADA mengirim surat kepada LADI tentang ketidakpatuhan. WADA memberikan tenggat waktu selama 21 hari kepada delapan negara tersebut untuk mengklarifikasi. Jika sampai tenggat waktu yang ditentukan tak ada bantahan, WADA akan melayangkan sanksi resmi.

Baca juga  Eko Yuli Ingin Angkat Besi Semakin Populer

Setelah 21 hari, ternyata hanya empat negara yang memberikan klarifikasi. Keempat negara tersebut yaitu Jerman, Belgia, Montenegro, dan Rumania. 

Karena tak ada surat balasan dari badan anti-doping Indonesia, dan tiga negara lainnya, surat ancaman sanksi pun dilayangkan pada Kamis, 7 Oktober kemarin.

Sejumlah sanksi tersebut di antaranya, Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah kejuaraan regional, kontinental, atau internasional selama masa penangguhan. Bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya juga dilarang dalam kompetisi internasional. Namun demikian, atlet-atlet Indonesia masih diizinkan untuk mengikuti kompetisi, tetapi tidak diperkenankan membawa nama negara selain di ajang Olimpiade. 

Baca juga  BMKG: Waspadai Hujan Disertai Petir di Jakarta Selatan

Sementara itu, sejumlah agenda internasional yang akan berlangsung di Indonesia dalam waktu dekat, seperti Indonesia Open 2021, MotoGP 2022 dan FIBA Asia Cup 2021. 

Menpora Zainuddin Amali telah angkat bicara mengenai sanksi dari WADA ini. Politikus Golkar itu menyebut Indonesia masih memiliki waktu mengklarifikasi WADA.

“Sekarang kita berupaya mengklarifikasi. Walau waktunya terlambat, kita tetap berusaha mengklarifikasi karena memang kita diberikan waktu,” kata Amali.

Tinggalkan Komentar