Minggu, 29 Mei 2022
28 Syawal 1443

Dituding Ilegal Terkait DNA Pro, Dirut MAS: Saya Pernah jadi Lurah

Dituding Ilegal Terkait DNA Pro, Dirut MAS: Saya Pernah jadi Lurah

Direktur PT Mitra Alfa Sukses (MAS) Encep Rudi keberatan dengan tudingan kuasa hukum korban DNA Pro, Bayu Wicaksono, yang mengatakan bahwa perusahaannya ilegal karena terkait dengan kasus robot trading DNA Pro.

Bayu, kata Rudi, menyebut perusahaannya ilegal dan diduga fiktif karena direktur dan komisarisnya merupakan seseorang yang bekerja sebagai guru dan tukang ojek.

“Ini kuasa hukum sangat merendahkan profesi tukang ojek. Apa kalau pemimpin perusahaan yang dipimpin tukang ojek lalu langsung dibilang perusahaan ilegal?” kata Rudi dilansir Antara, Senin (2/5/2022).

Rudi pun menyesalkan maraknya berita merendahkan dirinya usai adanya pernyataan kuasa hukum korban DNA Pro. Padahal memberikan jasa pengantaran di waktu luangnya kepada masyarakat di daerah asalnya bukanlah pekerjaan yang harus dipandang sebelah mata.

Baca juga
Polisi Tegur Rombongan Pesepeda Lintasi JLNT Kasablanka

“Harusnya jangan asal merendahkan. Saya ini punya pengalaman sebagai lurah. Saya juga pernah bekerja di luar negeri sebagai pelaut. Apalagi, saya melakukan hal tersebut semata-mata hanya agar dapat membantu warga di daerah saya,” katanya.

Saat ini, kata dia, gugatan perdata sedang diperjuangkan untuk kembalikan dana investasi para korban yang nilai bervariasi, mulai Rp9 juta sampai Rp2,3 miliar.
Mereka menggugat perdata PT MAS dan PT KGB senilai Rp420 miliar.

Uang itu tidak bisa diambil setelah Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) membekukan DNA Pro pada tanggal 28 Januari 2022.

Baca juga
Foto: Jakarta Kembali Gelar Car Free Day Pertama Selama Pandemi

“Kami dari broker hanya dapat melakukan WD (withdrawal/penarikan uang) bila trading berjalan,” ucapnya.

Para korban yang berinvestasi di PT MAS dan PT KGB melalui website kemudian diberi username atau nama pengguna untuk memantau aktivitas robot trading DNA Pro. Namun, setelah DNA Pro dibekukan, website itu membuat saldo menjadi Rp0, bahkan minus.

Perkara investasi bodong ini tengah dalam penyidikan oleh Badan Reserse Kriminal Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus).

Saat ini, pihak kepolisian telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam perkara ini dengan kerugian mencapai Rp97 miliar.

“Saat ini, kepolisian telah memproses perkara ini. Mari kita percayakan hal tersebut kepada pihak kepolisian, dan tidak perlu koar-koar dengan menerka-nerka, dan menuduh yang tidak-tidak hanya untuk cari panggung,” tutup Rudi.

Tinggalkan Komentar