Selasa, 24 Mei 2022
23 Syawal 1443

Dituding Keroyok Anggota Brimob, Keluarga Kiper PSIS Semarang Pasang Badan

Jandia Eka Putra
Penjaga Gawang PSIS Semarang Jandia Eka Putra

Keluarga Jandia Eka Putra menepis kabar yang menyebut kiper PSIS Semarang itu melakukan aksi pengeroyokan terhadap anggota Brimob di lepas pantai Pasir Jambak, Kota Padang, Sumatera Barat beberapa waktu lalu.

Hal itu diutarakan Bima Arya Pangestwo (24), salah seorang anggota keluarga Jandia. Menurutnya, mantan penjaga gawang Semen Padang itu sama sekali tak terlibat pemukulan.

Jandia disebut hanya berupaya melerai keributan yang terjadi antara dua anggota keluarganya dengan seorang Brimob.

“Ada sepupu saya 17 dan 15 tahun meninju anggota Brimob itu lantaran merasa diancam duluan. Nah karena kejadian itu, Jandia justru melerai perkelahian itu,” kata Bima kepada Inilah.com, Selasa (10/5/2022) di Jakarta.

Baca juga
Merah Putih Sisakan Tiga Wakil ke Semifinal Indonesia Open 2021

“Jandia sama sekali tidak terlibat dalam perkelahian atau pengeroyokan,” sambungnya.

Bima juga sangat menyayangkan ulah beberapa oknum awak media yang mewartakan Jandia terlibat dalam pengeroyokan.

Lantas, keluarga sang kiper andalan Laskar Mahesa Jenar itu merasa tersinggung dan berniat menuntut balik beberapa laporan media yang menyimpang.

“Cuma disayangkan banyak yang memberitakan Jandia terlibat pengeroyokan. Keluarga kami tidak terima. Kami juga sedang mengurus itu,” jelasnya.

Saat dimintai keterangan soal keberadaan Jandia, Bima mengatakan proses penyidikan oleh pihak Polresta Kota Padang masih berlanjut.

Jandia masih berada di kantor pihak berwajib untuk dimintai keterangan dalam kapasitas sebagai saksi.

Baca juga
Kala Fabio Quartararo 'Syukuran' Bareng Anak-anak di Lombok, Warganet: Indahnya Berbagi

“(Jandia) masih di Polsek, masalahnya dia jadi saksi. (Saat ini) belum selesai,” tutur Bima.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Dedy Adriansyah Putra mengatakan pemeriksaan terhadap mantan penjaga gawang Semen Padang masih berlangsung setelah yang bersangkutan mendapat panggilan pada, Minggu (8/5/2022) lalu.

Berdasarkan pemeriksaan, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara, untuk Jandia, pihak kepolisian masih membebaninya sebagai saksi atas kasus pengeroyokan tersebut.

“Selebihnya masih saksi, kami masih melengkapi alat bukti. Kami masih dalami, kami tidak ingin buru-buru. Masih diperiksa sekarang karena jumlahnya banyak dan membutuhkan waktu untuk diperiksa satu-satu,” tambahnya. [AHA]

Tinggalkan Komentar