Sabtu, 13 Agustus 2022
15 Muharram 1444

Dituding Kerap Rapat Tertutup, Komisi VI DPR Tepis Dugaan Terlibat Mafia Migor

Jumat, 13 Mei 2022 - 19:37 WIB
0318 070411 23ac Inilah.com  - inilah.com
Ilustrasi minyak goreng kemasan. Foto: Inilah.com/Didik Setiawan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung menepis tudingan komisi tempatnya bernaung terlibat dalam kasus mafia minyak goreng (migor). Tudingan ini terlontar dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) lantaran Komisi VI DPR RI kerap menggelar rapat pembahasan pangan dan barang kebutuhan pokok secara tertutup.

“Setahu saya rapat terkait minyak goreng sampai saat ini selalu dalam rapat kerja (raker) yang sifatnya terbuka. Kapan ada rapat yang tertutup?” kata Martin kepada Inilah.com, Jumat (13/5/2022).

Martin menjelaskan, pihaknya tidak pernah menggelar rapat secara tertutup. Bahkan, publik bisa melihat siaran ulang melalui akun Facebook komisi tersebut.

Baca juga
Cek Harga Minyak Goreng di Pasar Kota Bandung, Jokowi Dibikin Kaget

“Semua rapat Komisi VI ada di arsip videonya di sini (Facebook) terlihat di situ ada rapat-rapat terkait minyak goreng. Seingat saya, belum pernah rapat minyak goreng sifatnya tertutup,” tegas Martin.

Menurut politikus Partai NasDem ini, rapat berlangsung secara tertutup bila akan membahas tentang informasi korporasi yang akan berdampak pada jatuhnya harga saham ataupun proses negosiasi.

“Rapat tertutup itu jika menyangkut informasi-informasi korporasi yang statusnya Tbk, yang akan mempengaruhi harga saham atau proses negosiasi dalam PKPU, misalnya. Tetapi biasanya, setelah informasi-informasi yang sensitif itu sudah dipaparkan, maka rapat akan terbuka,” bebernya.

Baca juga
Megawati: Kata Bung Karno Politik Itu Perut Harus Kenyang

Sebelumnya, peneliti senior Formappi Djadijono menuding komisi VI DPR terlibat kasus mafia migor. Pasalnya, mencuat dugaan Komisi VI DPR rutin menggelar rapat panitia kerja (panja) tertutup membahas pangan dan barang kebutuhan pokok.

“Tertutupnya pelaksanaan rapat-rapat panja Komisi VI termasuk panja pangan dan barang kebutuhan pokok yang salah satunya terkait kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng, berpotensi menimbulkan pertanyaan dan dugaan spekulatif jangan-jangan Komisi VI punya andil atas terjadinya mafia minyak goreng,” kata Djadijono terkait Evaluasi Kinerja DPR Masa Sidang IV tahun 2021-2022 bertajuk DPR Bela Elit Ketimbang Rakyat, Kamis (12/5/2022). [yud]

Tinggalkan Komentar