Jumat, 02 Desember 2022
08 Jumadil Awwal 1444

Dituding sebagai Mafia Tanah, Warga Kedoya Klaim Miliki Surat Lengkap

Senin, 25 Jul 2022 - 19:50 WIB
Penulis : Anton Hartono
Kuasa Hukum dari Bernard Jauta, Merkuri Wahyudi

Tergugat kasus tanah di Kedoya, Jakarta Barat mengaku keberatan atas pihak lain yang menudingnya sebagai terduga mafia tanah.

Kuasa Hukum dari Bernard Jauta, Merkuri Wahyudi mengaku keberatan dan sangat terganggu dengan tudingan terhadap kliennya tersebut.

“Tanah di Kedoya adalah tanah yang dibeli secara sah oleh orangtua klien kami, pada 1972. Bahwa ada gugatan, bukan berarti kami adalah mafia tanah, kami justru ingin mempertahankan hak klien kami, yakni dua bidang tanah, seluas 4.790 M2 dan 1.170 M persegi yang SHM nya dimiliki klien kami,” ujarnya.

Merkuri menjelaskan, hingga kini, pihak penggugat hanya bermodalkan girik, sedangkan kliennya memiliki sertifikat. Ia juga menegaskan BPN tidak terbukti melakukan maladministrasi.

Baca juga
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Internasional Standar WHO

“Terkait laporan pemalsuan akta otentik, kasus yang mereka laporkan sudah dihentikan oleh polisi karena tidak cukup bukti,” jelasnya.

Kasus hukum ini berawal saat Hj Yoyoh Rukiyah menggugat sejumlah sertifikat  tanah yang diklaimnya adalah milik sang ayah, bernama Naisan.

Merkuri menjelaskan, Sainan telah menjual tanahnya pada 1972 ke Usman Sani, kemudian dijual kembali oleh Usman ke Surya Abbas Syauta yang merupakan ayah dari Bernard Jauta.

“Sejak 1972, saat Naisan masih hidup, tidak pernah ada protes, bahkan saat Pemprov DKI menyewa lahan kami untuk alat berat dan pos, tidak pernah ada yang mengklaim,” ujarnya.

Baca juga
Istiqlal Jadi Masjid Pertama Raih Sertifikat EDGE, Bangunan Ramah Lingkungan

Hj Yoyoh, lanjut Merkuri, bahkan dilaporkan ke polisi oleh kliennya karena memasuki pekarangan yang bukan miliknya. Putusan pidana di PN Jakarta Barat itu pun menyatakan Yoyoh bersalah.

Sebelumnya, ahli waris Naisan menyatakan SHM 143/Kedoya dan SHM 256/Kedoya Selatan tidak lagi mempunyai kekuatan hukum yang mengikat. Dia menilai girik yang dipunya adalah bukti kepemilikan sah.

Tinggalkan Komentar