Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

DMI dan Pimpinan Pesantren Siapkan 70% Pemimpin Muda di 2030 dari Kalangan Cendikiawan Muslim

Sabtu, 05 Feb 2022 - 19:44 WIB
Penulis : Ajat M Fajar
DMI dan Pimpinan Pesantren Siapkan 70% Mayoritas Pemimpin Muda 2030 dari Cendikiawan Muda Muslim
Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (Waketum DMI) Komjen Pol (Purn) DR H Syafruddin

Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (Waketum DMI) Komjen Pol (Purn) DR H Syafruddin dan pimpinan pondok pesantren akan menyiapkan 70 persen pimpinan muda di 2030 dari kalangan cendikiawan muslim.

Hal ini disampaikan saat Syafruddin menggelar silaturahim dengan para kiai pengasuh pondok pesantren modern dan tradisional di Kantor Pusat DMI, Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur pada Sabtu (5/2).

Syafruddin mengajak para pimpinan pesantren untuk mempersiapkan para santri menjadi cendikiawan muslim guna menyongsong bonus demografi di tahun 2030.

“Para santri akan menduduki sentral-sentral seluruh aspek kehidupan bukan hanya di dakwah, bukan hanya tentang agama, tapi di bidang ekonomi, sosial dan masyarakat,” jelas Syafruddin, Sabtu (5/2/2022).

Syafruddin menjelaskan, jika cendikiawan muslim tidak hanya berbicara soal dakwah. Sebab 70 persen pemimpin di tahun 2030 merupakan anak muda.

Baca juga
Di Beranda Istana Alhambra (31 – Menyusun Tesis)

“Cendikiawan itu bukan hanya dakwah, bukan hanya kiai tapi kiai ahli ekonomi. Kiai ahli pertanian itu Rektor IPB (Arif Satria) beliau menjadi ketua ICMI sekarang,” jelas Syafruddin.

Sementara itu, Sekjen Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) Gus Lukman menilai, apa yang disampaikan oleh Syafruddin sangat penting.

“Ini (cendkiawan muslim) menjadi penting ke depan santri ahli ekonomi dan sosial,” papar dia.

Ia menegaskan, apa yang disampaikan Syafruddin untuk menjadikan para santri cendikiawan muslim bukan hal yang mustahil. “Itu tidak mustahil,” pungkas dia.

Hadir juga dalam kegiatan itu, Ketua Pokja Pesantren Muadalah Jawa Barat Pengasuh Pondok Pesantren Baitul Hidayah, Bandung KH. Iwan Sofyan Andi, M.Si, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qolam, Banten Drs. KH. Oddy Rosihuddin, Pengasuh Pondok Pesantren La Tansa, Lebak Banten KH. Adrian Mafatillah, M.A, Pengasuh Pondok Pesantren PP Kun Karima 3, Serang Banten Dr. KH. Soleh Rosyad hingga Sekretaris PCNU Kuningan Pimpinan Pondon Pesantren Al-Fatah, Cirebon Dr. Gus Aang Asyari.

Baca juga
Di Beranda Istana Alhambra (28 – Mencari Dukungan Komunitas Indonesia di Malaga)

Tidak hanya itu, hadir juga pimpinan Islamic Center Kuningan KH. Faiq Ihsan, Pimpinan Muhammadiyah Boarding School, Bogor Dr. KH. Endang Mintarja, Ketua Robithoh Maahid Islamiyah (RMI NU) Tegal KH. Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhar, Banyuwangi KH. Abdillah Asad, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Lubab, Jakarta Barat KH. Jamil dan Dr. KH. Ishom Elsaha Dosen UIN Banten.

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang Jawa Tengah Wakil Sekjen DMI KH. Anizar Masyhadi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatih, Tegal Jawa Tengah KH. Amri Tusleini, Pengurus Forum Silaturahim Kiai-kiai Muda Jawa Tengah (FSKM) KH. Ahmad Subhi Ketua Pokja Muadalah, Direktur KMI Pondok Modern Tazakka, Batang Jawa Tengah KH. Muhammad Bisri, Pengurus FPAG Al-Ustadz Afif Lillah dan Sekretaris Eksekutif FPAG Al-Ustadz Fardana, KH. Oyong Sofyan dan Ahmad Afandi.

Tinggalkan Komentar