Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Dolar AS Turun, Pialang Nantikan Risalah Hasil Pertemuan The Fed

Kamis, 24 Nov 2022 - 02:59 WIB
Dolar Turun
Nilai tukar dolar AS menguat, Selasa (29/11/2022). (foto: inilah.com)

Nilai dolar AS secara keseluruhan mengalami penurunan pada Rabu (23/11/2022), setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS semakin melemah pada bulan November. Sementara itu para pialang masih gelisah menjelang rilis risalah pertemuan Bank Sentral Federal Reserve atau The Fed mendatang.

“Risalah The Fed akan menjadi fokus hari ini,” kata Global Head of FX Jeffries Brad Bechtel, seperti dilansir Reuters, Kamis (24/11/2022).

“Ini adalah pertemuan di mana Jerome Powell (Gubernur Bank Sentral) mengadakan konferensi pers yang cukup agresif di mana ia mengindikasikan bahwa kalau ada SEP (Ringkasan Proyeksi Ekonomi) pada pertemuan ini, mereka sudah pasti akan memutuskan suku bunga acuan yang lebih tinggi. Jadi risalah pertemuan kemungkinan membahas rincian di seputar konsep ini oleh karena itu akan cenderung agresif,” lanjut Bechtel.

Setelah buru-buru menaikkan suku bunga, The Fed bulan ini beralih pada pendekatan yang lebih lunak yang dipandang sebagai kompromi antara pejabat yang paling khawatir mengenai inflasi yang tinggi dengan pihak lain yang khawatir bahwa kenaikan biaya pinjaman yang lebih besar bisa melemahkan ekonomi atau menekan pasar-pasar penting.

Baca juga
IHSG Awal Pekan Menguat Jelang Pertemuan The Fed

Nilai euro terhadap dolar AS naik 0,6 persen menjadi US$1,0362, dengan laju kenaikan sesi kedua berturut-turut.

Aktivitas bisnis AS mengalami kontraksi selama lima bulan berturut-turut di bulan November, dengan pesanan baru turun ke level terendah dalam 2,5 tahun karena suku bunga yang lebih tinggi memperlambat permintaan.

Data lain menunjukkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat lebih dari yang diharapkan minggu lalu, meskipun kondisi pasar tenaga kerja tetap ketat.

Dolar AS telah menguat terhadap setiap mata uang utama tahun ini, didorong oleh kenaikan suku bunga besar-besaran The Fed ketika bank sentral itu berupaya memerangi inflasi. Tetapi data harga konsumen AS baru-baru ini, yang lebih rendah dari perkiraan telah mendorong harapan investor bahwa Fed mungkin akan memoderasi laju kenaikannya.

Baca juga
Wall Street Berpesta setelah The Fed Naikkan Suku Bunga 75 Basis Poin

Dolar AS turun 0,8 persen dari Yen Jepang menjadi 140,155 yen.

Poundsterling melesat lebih tinggi pada hari Rabu, naik untuk hari kedua berturut-turut terhadap dolar AS yang goyah setelah data awal aktivitas ekonomi Inggris mengalahkan perkiraan, meskipun masih menunjukkan kontraksi.

Poundsterling terakhir naik US$1,14 pada US$1,2018.

Dolar Selandia Baru mencapai level tertinggi selama tiga bulan, setelah bank sentral negara itu menaikkan suku bunga dengan jumlah rekor meskipun memperingatkan ekonominya mungkin mengalami resesi selama satu tahun.

Mata uang Selandia Baru pada Rabu naik 1,1 persen di US$0,6221.

Bank Sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 poin menjadi 4,25 persen tertinggi dari ekonomi negara G10 dan mengatakan Selandia Baru mungkin perlu meningkat suku bunga lebih cepat dari sebelumnya.

Baca juga
Era Jor-joran Suku Bunga, Bos BI Was-was Rupiah Melemah Jangka Panjang

Mata uang kripto, yang mengalami penjualan intens menyusul runtuhnya crypto exchange FTX, tetap bergejolak, dengan Bitcoin naik 1,7 persen pada US$16.471.

Tinggalkan Komentar