Sabtu, 25 Juni 2022
25 Dzul Qa'dah 1443

Dolar dan Obligasi AS Menutupi Kemilau Emas

Sabtu, 04 Jun 2022 - 13:47 WIB
Dolar dan Obligasi AS Menutupi Kemilau Emas

Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu WIB, 4/6/2022), menghapus sebagian besar keuntungan dua hari beruntun sebelumnya, karena penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS mengurangi daya tarik logam mulia kuning.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di Divisi Comex New York Exchange, merosot 21,2 dolar AS atau 1,13 persen, menjadi ditutup pada 1.850,20 dolar AS per ounce. Ini adalah penurunan harian emas terbesar dalam waktu sekitar tiga minggu.

Harga emas berjangka melonjak 22,7 dolar AS atau 1,23 persen menjadi 1,871,40 dolar AS pada Kamis (2/6/2022), setelah naik 0,3 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.848,70 dolar AS pada Rabu (1/6/2022), dan jatuh 8,9 dolar AS atau 0,48 persen menjadi 1.848,40 dolar AS pada Selasa (31/5/2022).

Baca juga
Salju di Nevada Pecahkan Rekor

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat 0,31 persen menjadi 102,1390.

Sementara itu imbal hasil obligasi Pemerintah AS mencapai tertinggi dua minggu setelah data menunjukkan ekonomi Amerika menghasilkan jumlah pekerjaan yang lebih besar dari perkiraan pada Mei, menandakan Federal Reserve (Fed) kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga dalam upayanya untuk mengekang inflasi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (3/6/2022) bahwa data penggajian non-pertanian (nonfarm payrolls) AS meningkat 390.000 pada Mei, lebih tinggi dari perkiraan Dow Jones sebesar 328.000. Tingkat pengangguran tidak berubah pada 3,6 persen.

Baca juga
Harga Emas Tergerus Penguatan Dolar AS karena The Fed ‘Hawkish’

Kenaikan yang lebih kuat dari perkiraan dalam angka penggajian non-pertanian AS telah memperkuat ekspektasi pasar untuk suku bunga yang lebih tinggi dari Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang, sehingga mendorong dolar lebih tinggi.

Berbicara pada acara virtual yang diselenggarakan oleh Philadelphia Council for Business Economics pada Kamis (2/6/2022), Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Loretta Mester mengatakan dia tidak mendukung jeda kenaikan suku bunga pada September, dan memperingatkan bahwa laju kenaikan suku bunga dapat lebih cepat atau melambat mulai September, berdasarkan apa yang terjadi dengan inflasi.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 36,7 sen atau 1,65 persen, menjadi ditutup pada 21,908 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 12 dolar AS atau 1,17 persen, menjadi ditutup pada 1,016,4 dolar AS per ounce.

Baca juga
Perang Rusia-Ukraina Genjot Harga Emas ke Level Tertinggi 1,5 Tahun

 

Tinggalkan Komentar