Selasa, 31 Januari 2023
09 Rajab 1444

Dorong-dorong Impor Beras, Ada Apa dengan Kepala Bapanas?

Kamis, 01 Des 2022 - 16:06 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi bakal rajin sidak pantau harga dan stok bahan pangan, Jakarta, Kamis (15/12/2022). (Foto: Dok.Bapanas).

Hari-hari ini, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi rajin bicara impor beras. Alasannya, stok menipis kurang dari 1,2 juta ton. Tapi ada yang bilang beras cukup kok.

Dikutip Kamis (1/12/2022), Jakarta, ekonom IPB University, Prima Gandhi justru mempertanyakan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu. Terkesan tidak pro petani dan program Jokowi tentang swasembada pangan.

Untuk saat ini, Gandhi meyakini, persediaan beras nasional, mencukupi. Sehingga belum perlu impor. “Aman. Enggak perlu impor,” kata Gandhi.

Berdasarkan update data Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2022, total luasan panen padi mencapai 10,61 juta hektare (ha). Atau naik 1,87 persen dibandingkan Oktober 2021.

Baca juga
Bulog Jual 730 Ton Kedelai Murah ke Perajin Tahu Tempe di Cirebon

Dari luas panen tersebut, total produksi padi diperkirakan mencapai 55,67 juta ton gabah. Atau naik 2,31 persen dibandingkan Oktober 2021. “Jika dikonversi, 55,67 juta ton gabah setara dengan beras sebanyak 32,07 juta ton. Atau naik 2,29 persen dibandingkan produksi tahun lalu,” terang Gandhi.

Gandhi menjelaskan, konsumsi beras nasional diperkirakan mencapai 2,5 juta ton per bulan. Atau 30 juta ton dalam setahun. Atau masih ada surplus sekitar 2,07 juta ton. “Saya kira cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Bahkan masih ada surplus kan,” tegasnya.

Dia lantas mengingatkan Bapanas untuk punya kepedulian terhadap petani. Jika seluruh pejabat negara ngotot impor beras, petani yang merugi.
“Akhir Desember dan awal Januari itu musim panen. Kalau beras impor masuk, nasib panen petani gimana? Ini mau musim panen bos,” ungkapnya.

Baca juga
Kepala Badan Pangan Canangkan Gerakan Makan Telur Tapi Harganya Mahal

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi sempat mengatakan bahwa impor menjadi pilihan terakhir untuk mengamankan cadangan beras di Perum Bulog yang harus memenuhi 1,2 juta ton. Sementara, data Perum Bulog menyatakan bahwa persediaan beras di gudang tersisa 597.919 ton.

“Tugas kita pertama adalah mengisi stok Bulog supaya sampai levelnya 1,2 juta ton. Pilihan yang utama, kita semua sepakat ini kan untuk negara, ini dari serapan petani lokal,” kata Arief dikutip dari acara Obrolan Malam di BTV, Senin (28/11/2022).

Tinggalkan Komentar