Kamis, 06 Oktober 2022
10 Rabi'ul Awwal 1444

Dota 2 Diblokir, Tim Esports Indonesia Bakal Latihan di Luar Negeri

Selasa, 02 Agu 2022 - 14:30 WIB
esports inilah.com
One Esports Dota2 Jakarta Invitational (foto Liquipedia)

Tim Esports Indonesia disebut bakal melakoni sesi latihan di luar negeri imbas pemblokiran dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terhadap beberapa game pesohor termasuk Dota 2.

“Nah untuk Dota 2, karena mendadak seperti ini, dari tim esports Indonesia bisa jadi bootcamp di luar negeri agar bisa bertanding secara legal (tanpa VPN),” kata Shena Septiani selaku Project Manager tim Bigetrone Esport saat dihubungi Inilah.com, Selasa (2/8/2022).

Akses untuk beberapa game yang terblokir sejatinya masih dapat digunakan melalui fitur seperti VPN. Sayangnya, Shena menegaskan, opsi tersebut dinilai mencederai profesionalitas gamers, sehingga langkah ini tak digagas oleh tim esport termasuk Bigetrone.

“Salah satu ciri bangsa yang maju, saat mereka mampu apresiasi karya dengan membeli produk digital yang legal, berpajak, dan gak mau lagi download game bajakan, atau pakai VPN untuk main dan bikin konten,” tukasnya.

Baca juga
Menghadap Menpora, PBESI Laporkan Rencana Persiapan SEA Games 2022

Kendati demikian, tim esport kata Shena cukup menyayangkan perihal aksi pemblokiran penyedia sistem elektronik (PSE), seperti game DOTA 2 dan CS:GO oleh Kemenkominfo.

Langkah yang belum lama ini diputuskan dinilai menghambat industri game Tanah Air yang sejauh ini sudah menujukkan perkembangan.

“Kalau dampak paling terasa, tentu saja para player esports game terkait, seperi Dota 2 dan CS:GO, jadi tidak bisa berlatih untuk kompetisi. Bagaimanapun, akses adalah hal terpenting bagi gamers Indonesia untuk bisa bersaing di dunia global saat ini,” keluhnya.

Semula, sengkarut peraturan daftar PSE ini telah mengudara sejak Kominfo melakukan pemblokiran terhadap 10 aplikasi ternama yang tidak mendaftar hingga batas waktu 20 Juli 2022.

Baca juga
Kemenkeu Akui Pemblokiran PSE Timbulkan Kerugian Kas Negara

Adapun ke-10 PSE yang dimaksud antara lain Amazon Inc untuk layanan e-commerce, Paypal, Yahoo search engine, Bing search engine, Epic Games, Steam gim online, Dota gim online, CS gim online, Battle Net, dan Origin.

Saat ini, Kominfo memastikan enam aplikasi termasuk DOTA 2 masih diblokir pasca statusnya tak terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Layanan gaming dari Valve yang terblokir, dikabarkan tengah mempersiapkan data untuk daftar PSE Lingkup Privat dalam waktu dekat.

Tinggalkan Komentar