Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

DPR Apresiasi Rencana Jokowi Kunjungi Kremlin dan Kiev

Kamis, 23 Jun 2022 - 13:25 WIB
20160520jk(1) - inilah.com
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanana) dan Presiden RI Joko Widodo menghadiri upacara penandatanganan setelah pertemuan di kediaman resmi Bocharov Ruchei di Sochi, Rusia, 18 Mei 2016. Foto: Antara/Reuters/Sergei Karpukhin

Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Moskow  dan Kiev pada akhir Juni 2022 menuai apresiasi dari DPR. Kunjungan itu penting dilakukan bukan hanya karena terkait Presidensi G20, tetapi turut menunjukkan Indonesia berkontribusi mendorong perdamaian dunia.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menyebutkan, kunjungan Jokowi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow dan Presiden Ukrainia Volodymyr Zelensky di Kiev, merupakan langkah tepat, yang menunjukkan kepedulian Indonesia terhadap isu kemanusiaan dan dorongan untuk perdamaian.

“Sebagai Ketua Komisi I DPR RI, saya menganggap tepat rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dalam kapasitas sebagai Presidensi G20 dan anggota the Champion Group of the United Nations’ Global Crisis Response Group (GCRG) ke Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia, akhir bulan Juni 2022,” kata Meutya, di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Baca juga
Kapolda dan Kapolres Siap-siap Dicopot jika tak Bisa Kawal Agenda Negara

Menlu Retno Marsudi mengungkapkan, kedatangan Jokowi ke Moskow dan Kiev nantinya menjadi pemimpin Asia pertama yang berkunjung ke kedua negara yang sedang konflik itu. Pada 26-27 Juni 2022, Jokowi juga menerima undangan dari Jerman selaku Ketua G7 untuk hadir pada  KTT G7, di Elmau, Jerman.

Selepas menghadiri kunjungan bilateral di Jerman, Jokowi direncanakan mengunjungi Kiev dan Moskow untuk selanjutnya bertolak menuju Abu Dhabi, UEA, untuk menindaklanjuti kerja sama pada bidang ekonomi.

Meuthia menyoroti agenda Jokowi ke Moskow dan Kiev. Dia menilai, Komisi I DPR telah meminta Kemenlu RI mengintensifkan upaya diplomasi tingkat tinggi untuk mengatasi konflik Rusia-Ukraina.

“Kunjungan ini juga mencerminkan posisi dasar Indonesia yang imparsial dan mengedepankan dialog dan perundingan dalam penyelesaian sengketa ketimbang jalur militer dan peperangan,” ujar poltisi Golkar.

Baca juga
Optimalisasi Momentum Pencapaian Ekspor 2 Juta Unit Kendaraan Toyota Indonesia

Senada dengannya, anggota Komisi I DPR, Christina Aryani mengatakan agenda Jokowi bertemu Putin dan Zelensky selepas menghadiri KTT G7 di Jerman, menggambarkan Indonesia memiliki kontribusi dalam mendamaikan konflik Rusia-Ukraina, yang turut berdampak pada perekonomian global.

“Rencana tersebut merupakan langkah tepat karena Indonesia bisa punya kontribusi makin jelas dalam konflik Rusia dan Ukraina yang kita ketahui bersama dampaknya sekarang makin kompleks,” ujarnya.

Dia menilai, sikap aktif Presiden Jokowi tersebut membuktikan Indonesia tidak hanya diam, tetapi sebaliknya memiliki keberanian mengambil sikap. Apalagi kompleksitas penanganan konflik Rusia-Ukraina juga disebabkan sikap ragu banyak negara untuk mengambil langkah perdamaian.

“Presiden Jokowi merupakan pimpinan negara pertama di Asia yang melakukan kunjungan ke Rusia dan Ukraina sehingga sudah sewajarnya kita apresiasi dan harus didukung,” katanya.

Baca juga
Tembakan Artileri Ukraina Hantam Kamp Militer Rusia di Perbatasan

Pentingnya kunjungan Jokowi ke Moskow dan Kiev turut disinggung media Rusia. “Ini akan menjadi kunjungan yang sangat penting. Kami sedang mempersiapkannya,” kata seorang sumber di pemerintah Rusia seperti dikutip kantor berita TASS.

Sumber tersebut menyebutkan Jokowi diagendakan mengunjungi Kremlin pada 30 Juni 2022. Dia juga memastikan Presiden Putin akan menghadiri G20 di Indonesia.

“Kami tentu akan hadir,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa format kehadiran Putin akan ditentukan kemudian.

 

Tinggalkan Komentar