Selasa, 29 November 2022
05 Jumadil Awwal 1444

DPR Ingatkan Pupuk Holding Beri Solusi Kelangkaan dan Mahalnya Harga Pupuk

Selasa, 21 Jun 2022 - 22:37 WIB
Penulis : Fadly Zikry
Ibas pupuk - inilah.com
Anggota Komisi VI DPR Edhie Baskoro Yudhoyono

Anggota Komisi VI DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan aspirasi para petani dan pekebun di daerah pemlihannya (dapil) terkait persoalan pupuk kepada Pemerintah.

“Saya bicara atas aspirasi para kelompok tani, pekebun, dan sebagian peternak. Dapil kami tidak jauh dari Gresik, masih kawasan Jawa Timur, di area Pacitan, Magetan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek. Masih dalam zona yang cukup terjangkau ketimbang kalau kita bicara daerah yang jauh di sana, seperti di Kalimantan, Aceh, dan NTB. Mereka semua beragam. Ada yang senang, ada yang puas, tapi tidak sedikit juga yang protes,” kata Ibas dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI ke PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur, Selasa (21/6/2022).

“Sama yang kami dengar, juga seiring yang disampaikan Pak Dirut, bahwa pupuk langka, pupuk subsidi juga langka, apalagi pupuk komersil juga tidak bisa dicari, ini kata mereka. Seringkali tidak datang tepat waktu alias kosong. Ketika sudah mulai menanam, mau memupuk, pupuknya enggak ada. Kecuali mereka yang sudah menyetok karena mungkin mempunyai kemampuan lebih besar dari kawan-kawan yang lain,” tambahnya.

Disisi lain, Ibas juga memberikan apresiasi atas pendapatan Pupuk Indonesia yang berhasil naik. Namun, ia juga mempertanyakan solusi permasalahan pupuk yang masih dirasakan rakyat. “Cukup menarik ya, ketika kita bicara Petrokimia, holding, dan seluruh anak perusahaan labanya naik, pendapatannya naik, it’s good news ya. Berarti perusahaan ini sehat dan tumbuh berkembang. Tapi tidak menariknya adalah mengapa masih ada, pertama alokasi di bawah usulan kebutuhan. Urea NPK ZA SP-36 Organik, 3.8 juta ton subsidi, 2.7 juta ton non-subsidi. Apakah kita perlu hitung ulang, ketika masyarakat masih merasakan kelangkaan pupuk,” tanya Ibas.

Baca juga
Dibanding Ganjar, PDIP Anggap Cak Imin Lebih Siap Nyapres

“Mohon maaf Pak Dirut dan pimpinan dari holding, distribusi itu juga belum sesuai dengan pendataan. Stoknya ada sekitar 1.3 juta, tapi yang terealisasai 98 persen, artinya perlu peningkatan produksi atau ada penimbunan? Tolong pengawasannya diperketat, serta menggunakan digital monitoring juga,” imbuhnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini juga menyambut baik rencana digitalisasi yang dicanangkan oleh Pupuk Indonesia Holding. Ibas juga menyoroti perihal kesiapan bahan baku pupuk.

“Ini adalah x-factor, perang Rusia-Ukraina mengenai P dan K-nya ini. Apakah kita tidak punya semacam deep research pemantauan dari negara lain, selain Kanada misalkan? Negara yang punya peluang untuk kerja sama mendatangkan bahan baku, supaya kita tidak terlalu terpengaruh atas dampak yang terjadi ke depan, ya kita bisa memprediksi dan mengantisipasi jangka panjang kan,” tuturnya.

Baca juga
Jenderal Polri Saling Cakar, Mahfud Jadi Sasaran

“Selain itu, penting pula kita memperhatikan distribusi bahan baku pupuk. Apakah ada permasalahan terkait distribusi bahan baku, selain yang kita impor. Apakah faktor gasnya kah, listriknya kah, atau batu baranya kalau itu adalah penggerak mesin produksi. Jangan sampai menimbulkan permasalahan baru yang tidak kita inginkan,” sambung Ibas.

Menurutnya, kualitas pupuk juga sangat penting untuk diperhatikan. “Apakah tidak ada batas atas dan batas bawah? Kita juga ingin memastikan mutu atau kualitasnya ya Pak, termasuk komposisi sesuai daerah. Karena mutu pertanian, perkebunan, dan hasil ekspor dari perkebunan kita salah satu dasarnya adalah dari pupuk. Sehingga Quality, Supply dan Demand juga harus terus diperhatikan,” katanya.

Melanjutkan pandangannya, Ibas berharap adanya evaluasi dan perbaikan terkait stok dan kios pupuk “Nah sisa stoknya mau dikemanakan? Apakah kita habiskan menjadi pupuk bersubsidi? Atau kita jual ke komersil dan kita limpahkan kepada kios-kios yang berlaku di sana. Saya berharap 1000 kios itu lebih bertambah dan tersebar. Idealnya kalau ada satu atau lebih kios perdapil itu juga bisa menjawab permasalahan yang ada,” tambahnya.

Baca juga
DPR Klarifikasi Anggota Pansus IKN 30 Orang

Wakil Ketua Banggar DPR RI ini juga mempertanyakan pengawasan, monitoring, quick response, quick wins, serta saran atas permasalahan pupuk saat ini.

“Saran saya sebagai quick win dan quick response dari Holding Pupuk Indonesia, tolong Pak disiapkan LO (naradamping) atau pihak yang ikut mengawasi perzona. Sehingga permasalahan ini bisa langsung didengar, terjawab, dan cepat terselesaikan. Kami juga mau contact person-nya sehingga nanti kalau ada permasalahan di dapil kami bisa langsung ditangani dengan secepatnya,” pungkas Ibas.

Tinggalkan Komentar