Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

DPR Minta Mendag Jaga Ketersediaan Pangan Jelang Ramadan

Jumat, 25 Mar 2022 - 21:10 WIB
Dpr Minta Mendag
Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung (ist)

Komisi VI DPR RI meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung mengungkapkan, Mendag harus mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditas jelang Ramadan. Bahkan, Martin mengaku beberapa komoditi telah mengalami kenaikan harga di Sumatera Utara.

“Mendag harus mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditas jelang Ramadhan. Kenaikan harga komoditas sudah mulai terlihat. Saya memiliki temuan di daerah pemilihan di Sumatera Utara, bawang putih naik Rp150 per kilogram, Cabai merah naik Rp200 per kilogram dan daging sapi ini dikhawatirkan saat lebaran bisa naik mencapai Rp1.500. Ini kata pedagang disana,” ungkap Ketua DPP Partai Nasdem itu kepada Inilah.com, Jumat (25/3/2022).

Lebih lanjutnya, Martin menambahkan bahwa pemerintah harus belajar dari persoalan minyak goreng, agar komoditi tidak melonjak naik dan langka saat memasuki bulan Ramadhan.

Baca juga
DKI Koordinasi dengan Kemendag Tekan Panic Buying Minyak Goreng

“Harus diantisipasi sejak awal. Dan saya rasa yang kemarin kita bahas persoalan minyak goreng ini juga harus menjadi pelajaran. Sekarang menjelang Ramadan dan Idul Fitri seperti apa langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh jajaran Kemendag untuk bisa mengatasi harga komoditas yang sudah naik dan komoditas lainnya yang berpotensi naik,” tambahnya.

Sementara, politisi Partai Demokrat yang juga anggota Komisi IV DPR, Herman Khaeron juga menuturkan, pemerintah harus menjamin ketersediaan pangan yang dibutuhkan masyarakat dengan harga yang terjangkau.

“Di situlah fungsi pemerintah memiliki stok. Pemerintah juga harus menjamin pangan yang dibutuhkan masyarakat tersedia secara cukup dan mencermatinya. Jika ada potensi kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah juga harus tegas menindak para spekulan, penimbun, dan mafia pangan agar ada efek jera,” tutur Herman.

Tinggalkan Komentar