Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

DPR Akhirnya Setuju Duit Negara Rp4,3 T untuk Nombok Kereta Cepat China

Kamis, 16 Des 2021 - 12:19 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Kereta Cepat China Foto KCIC - inilah.com
Kereta Cepat China Foto KCIC

Pemerintah melalui menteri keuangan beserta Komisi XI DPR RI sepakat akan penambahan penyertaan modal negara (PMN) 2021 dan alokasi tahun 2022 untuk 11 badan usaha milik negara (BUMN) dan lembaga. Dimana salah satunya diperuntukkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Lewat PT KAI (Persero) akan disuntikkan dana Rp4,3 triliun untuk kebutuhan base quality proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Lalu, KAI mendapatkan tambahan Rp2,6 triliun untuk kebutuhan cost overrun LRT Jabodetabek.

Keputusan diambil dalam rapat kerja Komisi XI DPR bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Rabu (15/12).

“Semuanya setuju ya untuk pemberian tambahan PMN tahun 2021 dan alokasi tahun 2022 yang sudah dibahas dalam rapat panitia kerja beberapa hari lalu,” ujar Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/12).

Selain KAI, PT Hutama Karya (Persero) juga mendapat kucuran dana PMN 2021 senilai Rp9,1 triliun untuk kelanjutan pembangunan empat ruas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), yakni ruas Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Kuala Tanjung-Parapat, dan Binjai-Langsa.

Baca juga
Tolak Upacara Pemakaman Ulang, Pengacara Brigadir J: Polisi Humanis Hanya Jargon!

Kemudian, terdapat pula alokasi PMN untuk perusahaan pelat merah tersebut senilai Rp23,85 triliun yang akan digunakan dalam pembangunan delapan ruas JTTS.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk juga akan menerima tambahan PMN di 2021 sebesar Rp7,9 triliun untuk penguatan permodalan investasi tujuh ruas tol, yaitu Kayu Agung-Palembang-betung, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu,Bogor-Ciawi-Sukabumi-Cimanggis-Cibitung, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Pasuruan-Probolinggo, dan Pejagan-Pemalang.

Untuk alokasi tahun depan, dianggarkan PMN sebesar Rp3 triliun untuk penyelesaian ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung dan Bogor-Ciawi-Sukabumi.

“Badan Bank Tanah juga akan menerima tambahan PMN pada 2021 sebesar Rp1 triliun untuk pemenuhan kebutuhan modal awal secara bertahap, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2021 tentang Badan Bank Tanah,” imbuh Dito.

Baca juga
BMKG Perkirakan Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Selasa

Selanjutnya, Lembaga Pengelola Investasi Indonesia/Indonesia Invesment Authority (LPI/INA) akan menerima tambahan PMN 2021 sebesar Rp15 triliun yang akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan modal LPI sebesar Rp75 triliun secara bertahap.

Dia menambahkan PT PLN (Persero) akan menerima PMN pada 2022 sebesar Rp5 triliun untuk pembangunan proyek-proyek ketenagalistrikan, serta mendukung pembangunan lima daerah pariwisata superprioritas (DPSP).

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) akan menerima tambahan PMN pada 2022 sebesar Rp2 triliun untuk dukungan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan target 200 ribu unit.

Lalu, PT Adhi Karya (persero) Tbk akan menerima PMN 2022 sebesar Rp1,97 triliun untuk investasi pada Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulonprogo, Yogyakarta-Bawen, dan SPAM Regional Karian-Serpong.

Dito mengungkapkan Perum Perumnas akan menerima alokasi PMN 2022 sebesar Rp1,56 triliun yang akan digunakan untuk peningkatan kapasitas usaha dalam melanjutkan program pemerintah, yakni pengadaan satu juta rumah serta mendukung persediaan perumahan rakyat untuk MBR.

Baca juga
Mengenal Herawati Diah, Tokoh Pers Perempuan yang Tampil di Google Doodle Hari Ini

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) juga akan menerima tambahan PMN 2021 dari sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp3 triliun dan alokasi PMN di 2022 sebesar Rp28,84 triliun untuk penyediaan uang ganti kerugian pengadaan lahan proyek pembangunan infrastruktur proyek strategis nasional (PSN).

Tinggalkan Komentar