Senin, 29 Mei 2023
08 Dzul Qa'dah 1444

DPR Tinggal Ketok Palu, Perry Mulus Jadi Gubernur BI Dua Periode

Kamis, 23 Feb 2023 - 05:28 WIB
Ilustrasi - Sejumlah pegawai melintasi lobi gedung Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (18/1/2023). (Foto: Antara).

Dukungan terhadap calon Gubernur Bank Indonesia (BI) petahana Perry Warjiyo terus bergulir. Naga-naganya, dia akan mulus menjabat Gubernur BI dua periode.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah mengatakan bahwa Presiden Jokowi kembali mengusulkan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2023-2028. “Kami perlu mengamankan kebijakan Presiden ini, sebab kami bagian dari kekuatan politik yang mendukung pemerintah,” kata Said di Jakarta, Rabu (22/2/2023).

Siapapun yang menjadi Gubernur BI, kata pria berdarah Madura ini, harus sudah membangun ikatan kuat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Syarat ini penting sebab saat ini dan ke depan Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang tidak mudah.

Ekonomi global diprediksikan masih akan sulit dan Indonesia secara khusus juga menghadapi tahun politik, sehingga dibutuhkan Gubernur BI yang bisa memastikan ekonomi domestik tetap tumbuh berkelanjutan. “Peran ini telah dijalankan dengan baik oleh Gubernur BI saat ini,” ungkap politkus PDI Perjuangan itu.

Baca juga
Foto: Penandatanganan Persetujuan Preferensi Perdagangan antara Indonesia dan Iran

Said menuturkan, Indonesia membutuhkan sosok Gubernur BI yang bisa sigap dan tanggap terhadap berbagai tantangan baru yang tidak terduga. RI membutuhkan sosok Gubernur BI yang bisa membantu pemerintah ketika menghadapi tahun sulit, seperti menghadapi pandemi COVID-19 beberapa tahun ini.

Peran BI sangat besar dalam berbagi beban (burden sharing) dengan menyerap surat berharga negara (SBN) melalui skema private placement. BI kala itu bisa diandalkan menjadi penjaga gawang likuiditas pembiayaan saat pandemi dan sangat membantu posisi APBN tetap aman di tengah kebutuhan pembiayaan yang sangat besar.

Tugas penting lain bagi Gubernur BI, menurut dia, yaitu memastikan kelanjutan pengaturan tentang lalu lintas dan cadangan devisa negara. Pengaturan tentang lalu lintas devisa diperlukan untuk memastikan devisa negara memiliki dampak berganda pada ekonomi nasional, sehingga agenda ini perlu diperkuat ke depan.

Baca juga
Tragedi Depo Plumpang Tewaskan 17 Orang, Dirut Pertamina Wajib Mundur

Tak hanya itu, Indonesia juga dinilai membutuhkan sosok Gubernur BI yang bisa dan telah membangun hubungan baik dengan DPR, terutama kepada pimpinan DPR, terkhusus Ketua DPR, hingga alat kelengkapan dewan seperti Banggar dan Komisi XI DPR.

“Kemampuan ini dibutuhkan oleh Gubernur BI agar dalam menjalankan tugas-tugas strategis, BI secara teknokrasi mendapatkan dukungan politik yang kuat dari DPR. Selama lima tahun ini Gubernur BI telah mendapatkan dukungan cukup oleh DPR,” tutur Said.

Hal yang perlu dipertimbangkan lainnya, sambung dia, yakni sosok Gubernur BI ke depan harus memiliki jaringan internasional karena akan menambah kepercayaan pasar, khususnya investor internasional terhadap pasar keuangan Indonesia. Kepercayaan ini sangat penting sebab pasar keuangan Indonesia belum terlalu dalam

Baca juga
Menanti Revisi Devisa Hasil Ekspor, Rupiah Terjungkal

Dengan demikian, sosok Gubernur BI yang diakui secara internasional akan mendorong arus modal masuk untuk menguatkan pasar keuangan Indonesia. Agenda tersebut perlu diperkuat oleh Gubernur BI ke depan.

Tinggalkan Komentar