Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia

Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dua kasus Omicron meninggal dunia. Dua pasien kasus omicron tersebut merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru yang memiliki daya tular tinggi.

“Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat. Satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso,” ucap jubir Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (22/1/2022).

Dia menjelaskan, dua pasien yang terkonfirmasi omicron dan meninggal dunia itu memiliki komorbid.

Hingga Sabtu (22/1) tercatat 3.205 penambahan kasus baru COVID-19, 627 kasus sembuh, dan 5 kasus meninggal akibat terpapar COVID-19. Kenaikan kasus baru konfirmasi merupakan implikasi dari peningkatan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia.

Baca juga
Penunjukan Penjabat Kepala Daerah Harus Berdasar Regulasi

“Sejak 15 Desember hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omicron di temukan di Indonesia,” katanya.

Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya dalam antisipasi penyebaran Omicron di Indonesia, mulai dari menggencarkan 3T terutama di wilayah pulau Jawa dan Bali.

Selain itu peningkatan rasio tracing, menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat, menggencarkan akses telemedisin, serta meningkatkan rasio tempat tidur untuk penanganan COVID-19 di rumah sakit.

Yang terbaru, Kemenkes juga telah mengeluarkan aturan baru untuk penanganan konfirmasi Omicron di Indonesia, yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang berlaku pada 17 Januari 2022.

Baca juga
Lab Oxford: Vaksin Booster AstraZeneca Ampuh Lawan Omicron

“Melalui Surat Edaran ini, penanganan pasien konfirmasi Omicron sesuai dengan penanganan COVID-19, di mana untuk kasus sedang sampai berat di lakukan perawatan di rumah sakit. Sementara tanpa gejala hingga ringan, difokuskan untuk Isolasi mandiri dan Isolasi Terpusat,” jelas dr. Nadia

Tinggalkan Komentar