Ducati Geram, Sebut Ajang WSBK di Mandalika Mirip Kebobrokan 40 Tahun Silam

Sirkuit Mandalika
Sirkuit Mandalika

Seseorang yang diduga petugas Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ketahuan telah membongkar boks kargo milik tim Ducati yang akan digunakan oleh Michael Rinaldi. Kejadian ini terjadi pada Kamis (11/11/2021) menjelang berjalannya World Superbike (WSBK) di Mandalika.

Mendengar kejadian tersebut, Direktur Sport Ducati Corse Paolo Ciabatti pun marah besar. Laporan Speedweek juga menyatakan bahwa kejadian ini dianggap sebagai kemunduran besar dalam dunia balap motor.

“Seperti kita ketahui bersama, di dunia motorsport kejadian seperti ini pernah terjadi di negara-negara berkembang, 40 tahun lalu,” tulis laporan tersebut.

Mengenai kejadian ini, Direktur Eksekutif SBK Gregorio Lavilla langsung menyampaikan permintaan maafnya kepada Ducati dan telah menginstruksikan untuk memecat panitia tersebut.”Kami minta maaf sebesar-besarnya. Insiden ini di luar kontrol kami. Karyawan yang membuka kargo tersebut sudah dipecat,” ucap Lavilla.

Baca juga  Sempat Batal karena Kurangnya Marshal, Balapan IATC di Mandalika Diundur Pekan Depan

Baca Juga: Unboxing Motor Ducati WSBK Viral, Panitia Lokal Dipecat

Head of Operation and Sporting MGPA Dyan Dilato membantah bahwa pelaku unboxing motor milik tim Ducati adalah bagian dari panitia penyelenggara.”Itu (pelaku unboxing motor peserta WSBK) oknum yang memalukan. Bukan dari panitia,” tegas Dyan pada Kamis (11/11).

Video unboxing motor Ducati Panigale V4R sempat viral di media sosial. Padahal, kargo logistik milik tim balap hanya boleh dibuka oleh otoritas kepabeanan negara setempat dan tim pemilik kargo. Pembatasan orang yang diperbolehkan membuka kargo ini guna mencegah terjadinya spionase dan manipulasi dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Baca juga  BMKG: Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang di Jakarta

Sekadar informasi, dalam aturan yang berlaku, kargo logistik hanya boleh dibuka otoritas kepabeanan negara setempat dan tim pemilik kargo. Hal itu untuk mencegah spionase atau pencurian data yang dapat merugikan tim.

Sekarang, tentu harapannya balapan yang berlangsung 19-21 November 2021 berjalan menarik. Sebab, sudah sangat lama Indonesia tidak menjadi tuan rumah ajang grand prix kelas dunia.

Tinggalkan Komentar