Senin, 04 Juli 2022
05 Dzul Hijjah 1443

Dudung Lebih Berpeluang Jadi KSAD

Kamis, 04 Nov 2021 - 16:13 WIB
Penulis : Willi Nafie
Dudung Lebih Berpeluang Jadi KSAD - inilah.com
foto istimewa

Nama Letjen TNI AD Dudung Abdurachman disebut lebih menguat daripada Letjen TNI AD Eko Margiyono terkait bursa calon KSAD, menggantikan Andika Perkasa yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Panglima TNI. 

Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan KSAD bakal menjadi salah satu calon kuat the next Panglima TNI ke depan. Tetapi ada plus minus bila Dudung Abdurachman dipilih Jokowi menjabat sebagai KSAD.

Plusnya Dudung lebih mudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah lantaran disebut-sebut memiliki unsur kedekatan. 

Minusnya tidak bisa ikut mensukseskan agenda pemerintah Pemilu 2024, karena merujuk dari Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, batas usia pensiun paling tinggi TNI ialah 58 tahun untuk perwira maka Dudung Abdurachman bakal menginjak masa pensiun pada 2023.   

Baca juga
Kontroversi Ucapan KSAD Dudung Soal Doa Dikritik Imam Masjid New York: Lebih Baik Bapak Fokus KKB di Papua

“KSAD ini kan juga menjadi salah satu calon kuat panglima TNI ke depan untuk gantikan posisi Pak Andika. Kecendrungan Pak Dudung diunggulkan dan banyak beranggapan dia jagonya istana. Tetapi kan pensiun 2023 sementara dinamika politik itu kan 2024” kata Khairul Fahmi kepada Inilah.com, Kamis (4/11/2021).

Sementara Eko Margyono bakal  pensiun  pada tahun 2025 sehingga jika dikaitkan dengan dinamika agenda politik Pemilu 2024, Khairul Fahmi menilai Eko Margiono lebih tepat menjabat posisi KSAD.  

“Kalau yang menjadi KSAD ini yang sudah dekat pensiun malah jadi repot pilih calon Panglima TNI ke depan dari angkatan darat,” ucapnya. 

Baca juga
Mengatasnamakan KSAD Tanpa Izin, Brigjen TNI Junior Tumilaar Dapat Sanksi

Khairul Fahmi menambahkan salah satu agenda reformasi adalah menjadikan TNI sebagai alat negara yang profesional dan mumpuni untuk menegakkan kedaulatan NKRI. 

Tetapi saat berproses dalam pemilihan pejabat di internal TNI tidak pernah terlepas dari sandaran politik yang membuat persoalan profesionalisme menjadi kabur. 

“Dua nama ini ada plus minus. Misalnya ada yang dianggap orang Ibu Megawati kemudian ada yang ngangap orang dekatnya pak LBP. Maka presiden bisa memunculkan nama-nama lain atau generasi lebih muda. Misalkan yang Adhi Makayasa, layak juga dipertimbangkan di kepemimpinan KASAD. Kalau ada yang bilang muda, ya Kapolri saja juga muda angkatan 91,” tutup Khairul Fahmi. 

Diketahui Menteri Sekretaris Negara menyerahkan Surpres terkait pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ke DPR RI.

Baca juga
Dekat dengan Ulama, KSAD Dudung Disebut Pantas Jabat Panglima TNI

Nama KSAD Jenderal Andika Perkasa menjadi calon tunggal Panglima TNI. Setelah mendapat usulan nama itu, DPR RI akan memproses lewat uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun bulan ini. Hadi menjabat sebagai orang nomor satu di TNI sejak Desember 2017 silam.

Tinggalkan Komentar