Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Duh, Begini Cara Pinjol Ilegal Dapatkan Data Calon Korban

Selasa, 21 Sep 2021 - 14:34 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Duh, Begini Cara Pinjol Ilegal Dapatkan Data Calon Korban - inilah.com
(ist)

Belakangan aksi pencurian data pribadi untuk pengajuan pinjaman online (pinjol) ilegal. Beberapa orang yang mengaku sebagai korban, mengungkapkan bahwa mereka tidak pernah mengajukan pinjaman dana ke pinjol, tetapi tiba-tiba mendapatkan tagihan.

Untuk dapat melakukan pinjol, umumnya calon nasabah harus menyerahkan KTP hingga slip gaji. Namun, beberapa pinjol juga meminta data-data lebih lengkap seperti ijazah, BPJS, NPWP, hingga KK.

Tetapi, jika tidak pernah mengajukan pinjol namun tiba-tiba ditagih, bagaimana pelaku mendapatkan data diri korban?

Dalam infografis yang dibagikan akun @Afpiofficial.id mengungkapkan data-data tersebut bisa dimanipulasi dengan data palsu. Contoh pembuatan data palsu dikatakan bahwa ada beberapa orang yang menawarkan jasa pembuatan data palsu secara terang-terangan.

Baca juga
KSP Berpraktik Pinjol Online Ilegal, NIK-nya Siap-siap Dicabut Kemenkop

“Jual beli data konsumen sudah terjadi sejak bertahun-tahun silam. Pinjol ilega bisa membeli data dengan harga murah dan akses bisa ribuan bahkan jutaan data nasabah”, bunyi poin dalam postingan yang dibagikan.

Sebelumnya banyak kasus terjadi seperti dalam foto yang telah banyak dibagikan @pinjollaknat, menampakkan bukti-bukti jual beli data. Entah satu orang yang sama atau berbeda, tapi orang lain juga dapat membuat KTP palsu menggunakan blanko kosong khusus e-KTP dan menawarkan paket data khusus untuk pinjol.

Hal ini diduga menjadi salah satu cara untuk menargetkan orang seolah-olah orang tersebut melakukan pinjaman online, di mana data dan nama orang lain digunakan untuk pinjaman online.

Baca juga
Bos Pinjol Ilegal Cari Investor Asing Lewat KSP Bodong

Para pengguna twitter yang berkomentar juga meminta untuk selalu mengecek legalitas suatu pinjaman online di OJK dan rutin mengecek SLIK.

Tak hanya itu, data-data seperti alamat rumah yang biasa tercantum dalam paket online pun sebaiknya dipotong atau dihancurkan agar tidak disalahgunakan.

Tinggalkan Komentar