Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Duh, Wali Kota Depok Tembak Emil Soal Relokasi SDN Pondok Cina 1

Jumat, 18 Nov 2022 - 15:10 WIB
Pintu Masuk SDN Pondok Cina
Twitter @KangJail

Entah apa pertimbangan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, memaksa menggunakan lahan SDN Pondok Cina 1, Margonda, Depok, untuk membangun Masjid Jami Al-Quddus, hingga mengabaikan nasib siswa bersekolah. Dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (18/11/2022), Idris menilai tindakan tersebut dilakukan mengikuti instruksi Gubernur Jabar Ridwan Kamil alias Kang Emil untuk menggusur SDN Pondok Cina 1, Depok, dengan membangun masjid.

“Pak Gubernur ingin sekali mengakomodir bersama orang-orang Depok yang selalu sampai laporannya ke provinsi, bahwa orang Depok katanya kalau pulang kerja itu susah nyari masjid untuk shalat,” kata Idris kepada wartawan, ditulis Jumat (18/11/2022).

Idris menambahkan, dirinya diperintah langsung oleh Emil mencari lahan kosong guna membangun masjid yang telah diputuskan. Namun permintaan tersebut tak bisa dipenuhi lantaran tingginya harga tanah di Depok yakni, Rp30 juta per meter. Maka diputuskanlah untuk membangun masjid di atas tanah negara, yakni di Jalan Margonda, dan mengalihfungsikan lahan SDN Pondok Cina 1 menjadi masjid raya.

Baca juga
Airlangga Hartarto: Kang Emil Sudah Masuk Kosgoro, Tinggal ke Golkar

Dia menegaskan pula aspirasi membangun masjid datang dari warga Depok yang mayoritas Muslim dan mengeluhkan ketersediaan fasilitas tempat ibadah. Aspirasi ini didengar hingga tingkat provinsi, dan Emil mengambil tindakan.

“Terus katanya (Ridwan Kamil) cari pakai aset pemerintah atau tanah negara, ini arahan beliau. Nah kami cari dan dapat itu (SDN Pondok Cina 1),” lanjut dia.

Idris menolak tudingan yang menyebutkan Pemkot Depok menelantarkan nasib siswa yang masih bersekolah di SDN Pondok Cina. Dia menilai para siswa telah direlokasi ke sekolah lain bahkan dicarikan lahan untuk pembangunan sekolah yang lebih representatif dibanding di tepi jalan. Pemkot Depok juga akan menambah sarana SMPN 24, untuk menampung siswa tersebut.

Baca juga
Tak Putus Asa, Kang Emil dan Atalia Sisir Sungai Aare Cari Eril

“Tahun depan insya Allah, namun gedungnya baru kita bangun, karena birokrasinya memang begitu tidak bisa simsalabim,” ujarnya.

Soal SDN Pondok Cina 1 menjadi perhatian warganet lantaran prihatin melihat siswa bersekolah dengan akses tertutup pelebaran jalan trotoar di Margonda. Keprihatinan ini ditunjukkan oleh pemilik akun twitter @Kangjail, yang membagikan konten video pada Kamis (10/11/2022).  “Ya Allah jalanan ke sekolah ditutup coba anak-anak mau masuk ke sekolah sampai diginiin MasyaAllah ini sekolah masih berjalan masa jalannya ditutup. Gila bener-bener gila, jalannya ditutup loh gimana anak-anak masuk,” cuit pemilik akun twitter @Kangjail.

Tagar Margonda pun menjadi trending di twitter. Namun Pemkot Depok menegaskan telah menyosialisasikan revitalisasi trotoar Margonda yang pada akhirnya menghalangi akses SDN Pondok Cina 1. Belakangan muncul informasi bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari penggusuran bangunan sekolah untuk nantinya dibangun masjid. Pihak orang tua murid melakukan protes dan meminta kegiatan belajar mengajar diprioritaskan dan tetap digelar di lokasi hingga Pemkot Depok memastikan relokasi dan bangunan baru.

Tinggalkan Komentar