Minggu, 03 Juli 2022
04 Dzul Hijjah 1443

Duit Asing Masuk Rp10,37 Triliun dalam Sepekan, Terbesar Borong SBN

Jumat, 03 Jun 2022 - 20:33 WIB
Duit Asing Masuk Rp10,37 Triliun dalam Sepekan, Terbesar Borong SBN
(Sumber:Viva)

Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran modal asing masuk Rp10,37 triliun ke pasar keuangan domestik periode 30 Mei-2 Juni 2022. Dominan borong SBN.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono di Jakarta, Jumat (3/6/2022), mengungkapkan, duit asing terbesar masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp5,94 triliun. Sisanya masuk ke pasar saham senilai Rp4,43 triliun.

Dengan demikian secara keseluruhan, tercatat modal asing keluar neto senilai Rp94,32 triliun dari pasar SBN, sedangkan terdapat aliran modal asing masuk neto Rp64,13 triliun di pasar saham sejak 1 Januari sampai 2 Juni 2022.

Erwin menambahkan, premi risiko investasi atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke level 103,8 basis poin (bps) per 2 Juni 2022 dari 102,11 bps per 27 Mei 2022.

Baca juga
Imbal Hasil Negatif di Bursa AS Justru Jadi Berkah di BEI

Sementara imbal hasil alias yield SBN tenor 10 tahun menurun dari level tujuh persen pada penutupan perdagangan Kamis (2/6/2022) menjadi 6,98 persen pada pagi hari ini.

Angka tersebut masih cukup jauh jika dibandingkan dengan yield obligasi Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun yang berada di level 2,098 persen.

Dengan derasnya aliran modal asing yang masuk, nilai tukar rupiah pun dibuka sedikit menguat pada Jumat pagi di level Rp14.420 per dolar AS, dari level penutupan Kamis di level Rp14.480 per dolar AS. Indeks dolar AS juga tercatat menguat ke level 101,82.

Baca juga
DPR: Bahas RUU PDP Molor 5 Masa Sidang, Biang Keroknya Pemerintah

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal yang meningkat, serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut. [ikh]

 

 

Tinggalkan Komentar