Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Duit Asing Minggat US$600 Juta, Rupiah Siap-siap Babak Belur

Kamis, 22 Sep 2022 - 23:24 WIB
Bank Indonesia (BI).

Sepanjang 1 Juli hingga 20 September 2022, Bank Indonesia (BI) mencatat duit asing yang minggat dari Indonesia bersih, alias net capital outflow mencapai US$600 juta.

Bank Indonesia (BI) melaporkan, net capital outflow di pasar keuangan Indonesia sebesar US$600 juta itu, berbentuk investasi portofolio. “Tekanan dari sisi arus modal asing, terutama dalam bentuk investasi portofolio, masih terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,” ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan September di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Keluarnya modal asing tersebut, menyebabkan depresiasi nilai tukar rupiah, meski stabilitas kurs Garuda tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Perry menyampaikan nilai tukar rupiah pada 21 September 2022 terdepresiasi 1,03 persen dibandingkan dengan akhir Agustus 2022 (point-to-point/ptp).

Baca juga
Indonesia tak Menarik Lagi, Duit Asing Rp21,46 Triliun Minggat dalam Sepekan

Perkembangan nilai tukar yang tetap terjaga tersebut ditopang oleh pasokan valas domestik dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian domestik, serta langkah-langkah stabilisasi BI.

Dengan demikian, mata uang Garuda sampai dengan 21 September 2022 terdepresiasi 4,97 persen dibandingkan dengan level akhir 2021 (year-to-date/ytd).

Penurunan rupiah dibanding akhir tahun lalu tersebut, menurutnya, relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya, seperti India sebesar 7,05 persen, Malaysia 8,51 persen, dan Thailand 10,07 persen.

“Ke depan, BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas makroekonomi,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar