Sabtu, 21 Mei 2022
20 Syawal 1443

Dukcapil dan KPU Satu Suara Tuntaskan Masalah Data Pemilih Pemilu 2024

0124 052826 081a Inilah.com  - inilah.com
Ilustrasi Pemilu 2024.

Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) satu suara alias sepakat menuntaskan masalah data pemilih untuk Pemilu 2024. Data ini meliputi pemilu presiden, legislatif, dan kepala daerah 2024.

“Selama dua hari kami bangun kembali chemistry, dan itu sudah kami dapat. Sudah ada kesepakatan antara KPU dan Dukcapil untuk menyelesaikan masalah data pemilih, harus saling sinergi dan kolaborasi,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022).

Dia menjelaskan, kesepakatan penuntasan masalah data itu mengemuka dari kunjungan Komisioner KPU ke kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri, Pasar Minggu, Jakarta Rabu (11/5/2022). Selanjutnya, Zudan berkunjung ke Kantor KPU RI, Jakarta menemui ketua dan komisioner KPU.

Baca juga
Formappi: Rapat Konsinyering DPR, Kemendagri dan KPU di Hotel Pemborosan Anggaran

Menurut Zudan, pihaknya terus mendorong anak buahnya proaktif memutakhirkan data penduduk untuk Pemilu 2024. Menurut dia, salah satu progres menyangkut KPU kabupaten/kota yang tak perlu lagi meminta data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) ke Dinas Dukcapil daerah.

“Kita bekerja sama secara tersentralkan pada satu titik yaitu Ditjen Dukcapil Kemendagri. Data dari kami kemudian diberikan ke KPU, selanjutnya ke KPUD dengan pemutakhiran data setiap 6 bulan sekali,” terang Zudan.

Ia memaparkan alasan penerapan mekanisme itu. Apabila pemutakhiran di bulan Januari, maka data terkait bisa terkoreksi di Februari. Selanjutnya, data Februari terkoreksi di Maret.

Baca juga
Deklarasi Anies Baswedan for President 2024 Kembali Menggema di Cianjur

“Sehingga data Januari-Februari-Maret-April-Mei, bisa menjadi satu di bulan Juni. Pemutakhiran data cukup per 6 bulan terlebih dahulu. Hingga nanti masa penyiapan daftar pemilih sementara hingga ke daftar pemilih tetap,” ujar Zudan.

Ia pun memastikan, Dinas Dukcapil di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota terus bekerja. Tujuannya supaya seluruh penduduk Indonesia merekam data KTP elektronik.

Sementara, Ketua KPU Hasyim Asyari mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran Dukcapil dan memetakan masalah serta solusinya bersama sama. “Pertemuan ini sangat baik untuk mendapatkan pemahaman yang sama antara Dukcapil dan KPU, mengenai masalah, solusi, dan langkah strategis lainnya” tegas Hasyim.

Baca juga
Keunggulan Anies-Andika, INSIS: Sama-sama Komunikator Ulung

Tinggalkan Komentar