Selasa, 27 September 2022
01 Rabi'ul Awwal 1444

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Putera SBY Majukan Industri Kerajinan Bambu Pacitan

Jumat, 08 Jul 2022 - 22:18 WIB
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Putera SBY Majukan Industri Bambu
Ibas sambangi pengrajin bambu di Pacitan.

Pacitan, kampung halaman mantan Presiden SBY, tak hanya terkenal dengan keindahan pantainya. Kerajinan bambu daerah itu, punya peluang ekonomi yang mengiurkan

Keterampilan para pengrajin bambu di Pacitan memukau Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) berkunjung ke Desa Nglaran, Pacitan. Rupanya, Ibas, putera mantan Presiden SBY itu, tengah berkunjung ke desa ini yang merupakan sentra kerajinan bambu dan anyaman yang membuat harum nama Pacitan.

Kerajinan bambu atau UMKM Bambu di Desa Nglaran, berdiri sejak 1982. Sejumlah produk kerajinan bambu yang lahir dari Desa Nglaran, cukup beragam. Mulai besek, tempat sampah, kurungan ayam, bakul, aksesoris bambu dan alat sehari-hari lainnya.

Yang ukurannya lebih besar ada juga. Yakni gazebo, saung, dan tempat singgah bambu lainnya. Biasanya, para warga membuat kerajinan bambu ini sesuai dengan pesanan.

Walau Desa Nglaran belum memiliki tempat wisata seperti halnya desa lain di daerah Pacitan, tapi Ibas mengaku bangga karena memiliki potensi UMKM bambu yang berkembang dengan baik. Bahkan produk-produk dari UMKM bambu ini pun sudah tersebar dan digunakan di berbagai tempat wisata, baik di Pacitan maupun luar Pacitan.

Baca juga
Dukung UMKM, Telkomcel Hadirkan Marketplace MyLoja

“Boleh saja Desa Nglaran ini belum memiliki tempat kunjungan wisata untuk masyarakat luas, tapi justru menjadi desa yang penting untuk desa lain karena memberikan produk-produk yang bisa dipakai seperti gubuk wisata, saung wisata atau tempat singgah bahan bambu lainnya, bahkan beberapa hasilnya pun ada di wilayah Tanah Air,” ujar Ibas, Jumat (8/7/2022).

“Bangunan yang ada di pesisir pantai, sungai, di tempat makan itu dari mana? Ya dari Desa Nglaran. Berarti ada potensi baik yang bisa dikembangkan untuk ekonomi kerakyatan. Tuhan itu adil, ketika Desa Nglaran belum ikut berkontribusi dalam pariwisata tetapi ikut berpartisipasi dalam mengisi keindahan wisata di Kabupaten Pacitan,” kata anggota Komisi VI DPR itu. .

Baca juga
Bea Cukai Konsisten Berikan Pembinaan UMKM untuk Go Internasional

Selain menyambangi UMKM berbasiskan bambu, Ibas membahas sejumlah program yang telah dikawalnya untuk Desa Nglaran. “Alhamdulillah, ada program bedah rumah atau BSPS untuk masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal rumah layak huni. Selain itu ada traktor untuk Gapoktan (tani) kita yang juga harus maju dan makmur,” terang Ibas. .

Setelah menyapa warga, Ibas membagikan oleh-oleh berupa sembako untuk masyarakat. “Saya juga menitipkan salam kepada seluruh keluarga yang ada di rumah, mungkin kita tidak bisa berjabat tangan satu persatu. Tapi ada istilah jauh di mata dekat di hati, ngiih… Mas Ibas juga sempat mencicipi durian Desa Nglaran. MakNyuss! Ternyata manis dan legit. Uueenakk tenan durian niki ya,” kata Ibas. .

Seno, pengrajin UMKM bambu Desa Nglaran, mengaku senang atas kunjungan Ibas. “Mudah-mudahan semua lancar, kami percaya kalau Mas Ibas itu pasti peduli, membantu dan selalu miliki harapan untuk sukses kedepannya, kami juga akan tetap mendukung Mas Ibas,” ucap Seno.

Baca juga
Komunitas Warteg Berbagi 1.000 Porsi Makanan untuk Sopir Ojol

Selain UMKM Bambu, pada kunjungannya ini Ibas juga mendatangi UMKM dari BumDes Ngalaran yaitu ‘Panjirangin’, UMKM ibu-ibu yang memproduksi makanan ringan seperti rengginang, ketan durian serta keripik.

“Senang sekali, kedatangan Mas Ibas ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Nglaran. Dari aspirasi, aksi, program, dan yang menginspirasi kami, semoga membuat adanya pencerahan bagi kami semua, terima kasih sekali. Semoga makin keren dan jadi pemimpin yang selalu merakyat,” ujar Ratna, salah satu pekerja di UMKM Panjirangin.

Tinggalkan Komentar