Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Dukungan Ekraf Bali Naik Kelas, LPDB-KUMKM Modali Koperasi Kriya

Rabu, 07 Sep 2022 - 21:13 WIB
Dukungan Ekraf Bali Naik Kelas, LPDB-KUMKM Modali Koperasi Kriya
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo. (Foto:Okezone).

Agar perekonomian Pulau Dewata pulih cepat, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendorong ekonomi kreatif (ekraf) maju pesat. Beberapa koperasi subsektor kriya mendapat bantuan permodalan.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo menjelaskan, sebagai dukungan pemulihan ekonomi di Provinsi Bali, LPDB-KUMKM terus melakukan perkuatan permodalan kepada koperasi-koperasi yang juga mengayomi subsektor kriya di Bali. “Upaya ini sebagai bagian dari mendukung program pemerintah untuk pemulihan perekonomian Bali dan juga membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata dia di Bali, Rabu (7/9/2022).

Dukungan ini diimplementasikan melalui penyaluran dana bergulir kepada koperasi, terbaru lima koperasi di Bali mendapatkan pinjaman dana bergulir dari LPDB-KUMKM. Adapun kelima koperasi tersebut adalah KSP Sari Sedana Luwih yang mendapatkan dana bergulir sebesar Rp3 miliar, Koperasi Konsumen Lumbung Merta Sari sebesar Rp3 miliar, KSP Puskop Jagadhita Kabupaten Badung sebesar Rp4,9 miliar, KSP Sari Sedana Bali sebesar Rp4,950 miliar, dan KSP Werdhi Mekar Sari Sedana sebesar Rp4 miliar.

Baca juga
IPSC Dukung dan Favoritkan 4 Program Unggulan DJKI 2022

“Dana bergulir yang kami salurkan melalui koperasi di Bali, akan memberikan manfaat ekonomi bagi para anggota koperasi, yang merupakan pelaku UMKM di Bali yang terdiri dari sektor kuliner, fashion, kriya, sampai jasa pariwisata, hal ini seiring dengan pertumbuhan perekonomian Bali yang sudah mulai pulih,” kata Supomo.

Sejak 2020, dia bilang, LPDB-KUMKM telah mendukung program penguatan oleh Kementerian Koperasi dan UKM yang berkolaborasi dengan Dekranas yang bertema “Cerita Wastra”. Kegiatan “Cerita Kriya” pada tahun ini adalah program berkelanjutan dari kolaborasi ini untuk terus memperkuat ekosistem pembiayaan untuk UMKM.

Data menunjukkan, nilai tambah yang tercipta dari aktivitas ekonomi kreatif semakin mengalami peningkatan selama periode 2010 hingga 2016. Pada 2017, Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, membeberkan, nilai tambah yang tercipta dari ekonomi kreatif tercatat 13,10 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Ekonomi kreatif juga berkontribusi 13,94 persen terhadap PDRB. Rata-rata PDRB ekonomi kreatif selama 2010-2016, sebesar Rp18,1 triliun dengan rata-rata kontribusi 13,10 persen.

Baca juga
Tips Meraih Pasar Internasional untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

Berdasarkan jumlah pelaku usaha, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi yang cukup besar. Data BPS (2017) menyebut jumlah 196.999 pelaku usaha yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Ketergantungan perekonomian Bali terhadap sektor pariwisata, cukup tinggi. Majunya pariwisata yang ditopang industri ekonomi kreatif, acapkali berjalan beriringan.

 

Tinggalkan Komentar