Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Dulu Jadi Menteri di Afghanistan, Sekarang Jadi Pengantar Makanan

Rabu, 08 Sep 2021 - 09:52 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Dulu Jadi Menteri di Afghanistan, Sekarang Jadi Pengantar Makanan - inilah.com
Sayed Sadaat Menjalani Hari-Hari di Jerman Sebagai Kurir Pizza, Dulu Ia Menjabat Menteri di Afghanistan (Instagram/@guardiannige

Menjadi menteri dalam pemerintahan merupakan jabatan prestisius. Setelah menanggalkan kursi menteri, portofolio seseorang akan berubah dan lebih diperhitungkan.

Namun cerita berbeda ditunjukkan Sayed Sadaat, mantan Menteri Komunikasi di jajaran pemerintahan Afghanistan. Sadaat memutuskan berhenti menjadi menteri di Afghanistan karena muak melihat korupsi.

Ia kemudian banting setir jadi kurir makanan, dan mengaku tidak malu menjalani profesi barunya itu. Pekerjaan sebagai pengantar makanan dilakoni Sadaat sejak pindah ke Jerman.

“Tidak perlu malu melakukannya. Kerja ya kerja. Kalau ada pekerjaan, maka ada permintaan. Seseorang harus melakukannya,” kata Sayed Sadaat (50) dikutip dari AFP.


Ia mengaku bangga menjadi kurir di Jerman untuk menyambung hidup keluarganya.”Saya bangga melakukannya. Bisa saja saya menjadi menteri yang korup, yang memiliki jutaan dolar dan membeli gedung di sini dan saya tak perlu bekerja, saya bangga dan saya senang,” ujarnya.

Baca juga
Meraba Perdamaian Wajah Pemerintahan Taliban Jilid II

Kehidupannya yang saat ini dijalani lebih tenang ketika dapat bekerja dengan jerih payahnya sendiri tanpa rasa bersalah atas apa yang ia lakukan. Ia bekerja selama enam jam di hari kerja. Sementara di hari libur ia bekerja mulai tengah hari hingga pukul 10 malam.

Tiap bekerja, Sadaat menggunakan mantel khasnya yang berwarna oranye. Ia terlihat membawa ransel besar persegi yang berisi pizza atau pesanan lain untuk pelanggan yang diletakkan di sepedanya.

Dari pekerjaannya mengantar makanan itu, Sadaat memperoleh upah sebesar 15 euro yang setara dengan Rp 253 ribu per jamnya. Upah itu cukup untuk membiayai hidupnya, termasuk sewa tempat tinggal sebesar 420 euro atau Rp 7,1 juta per bulan.

Baca juga
Indonesia vs Afghanistan, Balas Kekalahan Demi Pupuk Asa di Piala AFF

Sayed Sadaat menjabat sebagai Menteri Komunikasi selama dua tahun sejak tahun 2016 hingga 2018.

Ia mundur dari jabatannya dengan alasan korupsi di pemerintahan mantan presiden Ashraf Ghani. Sadaat kemudian meninggalkan negaranya pada Desember 2020 dengan membawa gelar dalam bidang teknologi informasi dan telekomunikasi.

Sadaat pindah ke Jerman di tengah situasi keamanan Afghanistan yang mulai memburuk. Ia memilih Jerman lantaran menilai prospek bidang studi di negara Eropa tersebut bagus.

Namun, selama ini ia kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai dengan pengalaman dan keahliannya karena keterbatasan penguasaan bahasa Jerman.

Karenanya, Sadaat mengambil kelas Bahasa Jerman selama empat jam per hari di sebuah sekolah bahasa. Hal tersebut dilakukan di tengah-tengah pekerjaannya mengantar makanan menggunakan sepeda dalam shift malam selama enam jam.

Tinggalkan Komentar