Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

Effendi Simbolon Soal Mobilisasi Dudung: Barbar Sekali

Kamis, 15 Sep 2022 - 21:02 WIB
Penulis : Diana Rizky
Editor : Fadly Zikry
Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto (tengah) bersama Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon (kanan. (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).
Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto (tengah) bersama Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon (kanan. (Foto: Inilah.com/Didik Setiawan).

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon menyebut instruksi ke prajurit TNI untuk memprotes pernyataannya merupakan hal yang diluar kewajaran. Politikus PDI Perjuangan itu pun mengaku siap dipertemukan dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman.

“Loh saya gak ada masalah kok, kenapa kemudian saya yang jadi sasaran. Kalau antara dia (KSAD Dudung) sama saya aja apa pengaruhnya ke TNI, wong saya ini nothing kok, apa yang harus dimobilisasi mengepung saya begitu, barbar sekali,” kata Effendi usai menjalani sidang MKD pada Kamis, (15/9/2022).

Ia juga menegaskan bahwa tidak pernah bermusuhan dengan siapapun, termasuk KSAD Dudung. Anggota Fraksi PDIP itu juga menyebutkan bahwa pesan singkat yang ia kirimkan kepada KSAD mengenai pertemuan untuk permohonan maaf hingga kini belum direspons.

“Saya gak pernah bermusuhan sama siapapun, saya 20 tahun di komisi I itu, gak pernah saya. Ya saya WA (KSAD Dudung), kan belum direspons,” sambungnya.

Baca juga
Data Negara Ditembus Hacker Bjorka, Fadli Zon: Memalukan!

Effendi bahkan mengaku mendapat ancaman dan intimidasi. Ancaman nyawa juga ditujukan kepada keluarganya.

“Ancaman nyawa, semua ada nih di hp saya. Ada, (siapanya) nanti pada waktunya,” kata Effendi.

Sebelumnya Effendi dipanggil oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas pengaduan individu bernama Bernard Denny Mamang, Organisasi Pemuda Panca Marga, dan Organisasi LSM Antartika. Usai memberikan keterangan, MKD pun memutuskan untuk tidak menindaklanjuti laporan tersebut.

“Saya juga ingin meng-clear-kan tidak pernah saya menstigmakan, bahwa diksi itu ada kata gerombolan, ada kata ormas iya, tapi tidak dalam kaitan men-judge, menstigmakan TNI-nya yang gerombolan,” ujar Effendi.

Ia menegaskan bahwa pernyataannya mengenai gerombolan adalah jika prajurit TNI tidak ada kepatuhan maka akan seperti gerombolan.

Baca juga
KPK Berkoordinasi dengan TNI Soal Kasus Helikopter AW-101

“Maknanya adalah bahwa kalau tidak ada kepatuhan, pada kepatuhan itulah kehormatan bagi prajurit seperti gerombolan. Lalu kemudian ini menjadi viral begitu ya, dan saya sayangkan adanya proses-proses lanjutan yang mengintimidasi, saya kira gak jamannya lagi lah,” terangnya.

Sebelumnya dalam rapat bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, pada Senin (5/9/2022), Effendi Simbolon mempertanyakan keretakan hubungan antara Andika dan Dudung akibat tidak lolosnya putra Dudung sebagai anggota TNI.

Politikus PDIP itu menyebut terjadi ketidakharmonisan hubungan di jajaran pimpinan TNI. Ia pun menyebut TNI sudah seperti gerombolan.

Usai rapat dengan Komisi I, Andika memberikan klarifikasi. Ia menyebut hubungan dengan Dudung baik-baik saja, putra Dudung juga telah diloloskan menjadi prajurit TNI.

Tak lama berselang, viral video Dudung yang memerintahkan jajarannya memprotes Effendi Simbolon. Usai mendapat perintah itu, TNI Angkatan Darat di berbagai daerah ramai-ramai mengecam pernyataan Effendi Simbolon.

Baca juga
Andika Belum Dilantik, Hadi Jadi Panglima sampai 30 November

“Jangan kita diam saja. Dia itu siapa? Nggak berpengaruh, nggak berpengaruh. Harga diri, kehormatan kita, kok diinjak-injak sama dia. Karena saya tahu juga dia dapat ‘angin’ masalahnya, sehingga kita duduk semua, diam,” kata Dudung dalam video yang viral tersebut.

Effendi pun menyatakan permintaan maaf kepada TNI. Ia mengaku bersalah telah menggunakan diksi TNI dengan gerombolan.

Tinggalkan Komentar