Ekonom Bank DBS Pede, Perekonomian Tahun Ini Melompat Tinggi

Ekonom Bank DBS Pede, Perekonomian Tahun Ini Melompat Tinggi

Ekonom Senior Bank DBS, Radhika Rao optimis, perekonomian nasional melanjutkan tren positif di tahun ini. Ada tiga alasan kuat.

“Pertama, Indonesia akan berhasil memberikan dosis vaksin penuh kepada 99 persen dari total populasi dewasa pada Maret 2022,” kata Radhika dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (7/1/2022).

Capaian vaksinasi yang tinggi akan mendorong pemulihan ekonomi nasional. Selanjutnya, Indonesia pun menawarkan lebih banyak investasi untuk hilirisasi komoditas serta mengakselerasi digitalisasi. “Ketiga, laporan fiskal Indonesia yang memuaskan dan langkah-langkah untuk menambah rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan memperkuat Indonesia dibandingkan negara lain di Asia,” imbuhnya.

Baca juga  Genjot Multiplier Effect, Insentif PPn Properti dan Otomotif Incar Dana Kelas Menengah Atas

Radhika menambahkan bahwa program vaksinasi merupakan salah satu kunci dari keberhasilan penanganan pandemi di Indonesia. Dengan pelaksanaan program vaksinasi secara masif dan terstruktur, mobilitas masyarakat akan meningkat dan hal ini memicu aktivitas perekonomian untuk mulai berjalan kembali.

“Jika dapat terus dipertahankan, ekspektasi pemulihan ekonomi, serta pergerakan komponen lain seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, hingga ekspor dan impor dapat berjalan sesuai harapan,” kata Radhika.

Bank DBS Indonesia terus mendukung berbagai upaya pemerintah untuk menanggulangi COVID-19 dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan berpartisipasi dalam berbagai upaya kolektif untuk meringankan beban masyarakat yang paling terdampak pandemi.

Baca juga  Hingga Awal Oktober, Pertamina Telah Operasikan 2.848 Pertashop

Selain itu, untuk mendukung program inklusi keuangan dan digitalisasi perbankan, Bank DBS juga berpartisipasi dengan menjadi satu dari 22 institusi perbankan yang akan menerapkan sistem pembayaran BI-FAST tahap pertama.

Bank DBS Indonesia menerapkan biaya transfer pembayaran BI-FAST sebesar Rp2.500 sejak Desember 2021. Melalui program ini, nasabah korporasi dapat mentransfer dana hingga Rp250 juta secara real time dan hanya akan dibebani dana transfer sebesar Rp2.500 per transfer.

“Pada tahap selanjutnya, Bank DBS Indonesia akan berfokus pada transfer kredit individual dan akan melayani transfer debit, bulk credit dan request for payment mulai 2022 seiring dengan persiapan yang dilakukan oleh Bank Indonesia,” ucap Radhika.

Baca juga  Jabar Catat Kasus Harian Positif COVID-19 Terbanyak

 

Tinggalkan Komentar