Senin, 28 November 2022
04 Jumadil Awwal 1444

Ekonom Kritik Biaya KTT G20 Ratusan Miliar, Hasilnya Apa?

Sabtu, 19 Nov 2022 - 07:36 WIB
Penutupan KTT G20 Bali, PM India Narendra Modi dan Presiden Jokowi, (Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Ekonom senior Rizal Ramli tak melihat adanya keberhasilan substansial dari penyelenggaraan KTT G20 Bali yang anggarannya mencapai Rp674 miliar. Indonesia hanya sukses menjadi EO (event organizer) saja.

Dikutip dari akun instagram pribadi @rizalramli.official, Jakarta, Sabtu (19/11/2022), Rizal Ramli justru memuji PM India Narendra Modi sukses menyampaikan substansi dari KTT G20. Sementara Indonesia, ya itu tadi, dinilainya hanya sukses sebagai EO saja. “RI adalah event organizer G20 terbaik, tapi inti substansi dipimpin oleh India dengan pernyataan Modi, ‘Today’s era must not be of war’ (Era hari ini tidak boleh ada perang),” ungkap Rizal.

Mantan Menko Kemaritiman di periode pertama Presiden Jokowi itu, menilai, banyak pujian terhadap Indonesia, sukses menggelar KTT G20, hanya sebatas teknis penyelenggaraan. “Namun dalam hal substansi, tidak ada hal signifikan yang disajikan Indonesia pada G20,” ungkapnya.

Baca juga
Jelang KTT G20, Intelijen Asing Termasuk KGB Sudah Masuk ke Bali

Sementara Direktur Center for Budget Analisys (CBA), Uchok Sky Khadafi mempertanyakan capaian KTT G20 dengan anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp674 miliar. “Usai KTT G20, Inggris dan Rusia malah kena krisis. Dolar AS juga hampir Rp16 ribu. Banyak analis sebut ekonomi dunia bakalan semakin suram. Sementara anggaran KTT G20 lebih dari setengah triliun. Jadi apa manfaatnya itu KTT G20 untuk rakyat,” tegas Uchok.

Anggaran sebesar itu, kata Uchok, belum termasuk biaya untuk mambangun atau mempercantik infrastruktur KTT G20. Anggarannnya mencapai triliunan. Khusus Bali, Kementerian PUPR menggelontorkan anggaran Rp505 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk memoles kawasan hutan Mangrove Tahura, Ngurah Rai, perservasi jalan di Nusa Dua-Jimbaran-Uluwatu, penataan lanskap bundaran dekat Bundaran Bandara Ngurah Rai Venue, serta pedestrian di sekitarnya.

Baca juga
Presidensi G20 Momentum Pulih Bersama Pasca Pandemi

Selain itu, Pemprov Bali juga menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk penataan kawasan di sejumlah destinasi wisata. Adapun, anggaran terbesar ialah untuk revitalisasi TMII yang mencapai Rp1,08 triliun.

Dirinya juga menyoroti sejumlah komitmen utang yang dihasilkan selama dua hari pelaksanaan KTT G20 di Bali. Semisal, komitmen pendanaan dari negara-negara G7 (Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang) untuk Indonesia sebesar US$20 miliar atau setara Rp300 triliun (kurs Rp15.000/US$). Serta pendanaan program transisi energi yang jumlahnya kurang lebih sama. “Sudah keluar duit triliun untuk gelar KTT, hasilnya malah utang baru yang angkanya ratusan triliun,” tuturnya.

Tinggalkan Komentar