Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Ekonomi 2021 Bertumbuh, Menko Airlangga Apresiasi Kontribusi Pekerja

Ekonomi 2021 Bertumbuh, Menko Airlangga Apresiasi Kontribusi Pekerja
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di acara Kongres X KSPSI (Sumber: Kemenko Perekonomian)

Sepanjang 2021, perekonomian nasional tumbuh 3,69% secara tahunan (year on year/yoy). Kontribusi pekerja dalam menggerakkan perekonomian layak diapresiasi.

“Berbagai tantangan yang muncul tersebut, memperlihatkan penyediaan lapangan kerja menjadi hal penting yang harus disiapkan,” papar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Rakernas KSPSI) dan Kongres X KSPSI Tahun 2022 di Jakarta, Rabu (30/3/2022).

Saat ini, kata dia, kondisi ketenagakerjaan Indonesia sudah mulai pulih, ditunjukkan dengan turunnya angka pengangguran dari 7,07% (Agustus 2020) menjadi 6,49% (Agustus 2021). Penurunan pengangguran ditunjang dengan meningkatnya lapangan kerja selama 2021 yang mencapai 2,59 juta.

Baca juga
Konsesi Kualanamu Kerek Investasi dan Perdagangan RI

Di sisi lain, papar Menko Airlangga, pandemi COVID-19 mengakselerasi penerapan teknologi digital di Indonesia. Hal ini akan berpengaruh terhadap berbagai pekerjaan dan sektor usaha di masa depan. Banyak kegiatan usaha beralih ke teknologi digital, membatasi pekerja dan jam kerja. “Serta menghindari kontak langsung. Peralihan tersebut berdampak kepada kondisi pasar kerja,” terangnya.

Berdasarkan Laporan World Economic Forum-Future of Jobs 2020, diperkirakan ada 85 juta pekerjaan manusia yang akan tergantikan mesin. Di sisi lain, bakal muncul 97 juta pekerjaan baru yang melibatkan manusia, mesin dan algoritma sebelum 2025. Organisasi Buruh Internasional (ILO) juga menyebutkan, pada Kuartal II 2020 terdapat 195 juta pekerja tergantikan dengan perubahan yang semakin cepat.

Baca juga
Mendag Lutfi Batasi Ekspor CPO, Industri dan Petani Sawit Paceklik

Saat ini, kata dia, Indonesia juga dihadapkan kepada tantangan bonus demografi. Pada 2030, diperkirakan jumlah penduduk usia kerja mencapai 201 juta orang, atau setara 68,1% dari jumlah penduduk.

Selain itu, berdasarkan data dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2021, terdapat 9,1 juta orang menganggur dan 1,93 juta angkatan kerja baru yang membutuhkan pekerjaan. Menunjukan bahwa lebih dari 10 juta orang membutuhkan pekerjaan setiap tahun. Angka ini akan terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Untuk mengantisipasinya, Pemerintah telah berupaya mereformasi struktural melalui penerbitan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja untuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih banyak dan inklusif,” ungkap Menko Airlangga.

Baca juga
Airlangga: Entrepreneur UMKM Bisa Gali Cuan dari Komoditas Teh, Kopi, dan Kakao

Turut hadir dalam acara ini adalah Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Brigadir Jenderal Polisi Arif Rachman yang mewakili Kapolri, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran, Ketua Umum DPP KSPSI Yorrys Raweyai, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Ketenagakerjaan Adi Mahfudz, Ketua Umum APINDO Haryadi Sukamdani, Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti, serta perwakilan pengurus Serikat Pekerja dari seluruh Indonesia.

Tinggalkan Komentar