Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Ekonomi Digital Moncer, Semakin Banyak Emiten Venture Builder Masuk Bursa

Senin, 29 Nov 2021 - 20:40 WIB
Bursaefek - inilah.com
Bursa Efek Indonesia (BEI)

Google Indonesia memprediksikan, ekonomi digital di tanah air bakalan lari cepat. Salah satu tandanya, semakin banyak emiten teknologi digital yang melantai di lantai bursa.

Kalau tak ada aral, PT Wira Global Solusi Tbk, perusahaan venture builder atau pabrik pembuat startup bakal melakukan penawaran saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).

Rencananya, emiten berkode WGSH ini menawarkan 208.500.000 lembar saham, atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Terdiri dari penerbutan saham baru dengan harga penawaran Rp140 per lembar saham. Seluruh dana yang masuk dialokasikan untuk modal kerja.

Edwin Pramana, Direktur Utama WGSH mengatakan, saat ini, revenue stream perseroan mengandalkan jasa pemrograman dan jasa konsultasi IT yang tersebar di tiga anak usaha. Yaitu, PT Kirana Tama Teknologi, PT Smooets Teknologi Outsourcing, dan PT Qorser Teknologi.

Baca juga
Pengembangan Talenta Ekonomi Digital Butuh Pembaruan

“Ke depan WGSH akan ada tambahan captive revenue stream signifikan dari startup subsidiary kita sendiri. Selain itu, startup subsidiary yang membukukan keuntungan dapat memberikan dividend income, sedangkan startup subsidiary yang memiliki valuasi tinggi, dapat kita capture fair value adjustment nya dalam buku.” ujar Edwin, Senin (29/11/2021).

Saat ini, kata dia, perseroan telah mendapatkan izin efektif penawaran umum perdana saham (IPO) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor S-213/D.04/2021. Dan, saham perseroan sudah bisa dipesan di seluruh sekuritas pada saat penawaran umum. Yakni pada 30 November 2021 hingga 2 Desember 2021, melalui e-IPO.

Baca juga
Jokowi: Pandemi Tak Boleh Hentikan Tiga Transformasi Besar RI

Erwin Senjaya Hartanto, Komisaris WGSH, menambahkan, ekonomi digital di Indonesia, berkembang sangat pesat. Bahkan di luar ekspektasi banyak kalangan. “Berdasarkan riset terbaru, Google merevisi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia Gross Merchendise Value (GMV) 2025 sebesar 124 miliar dolar AS, menjadi 146 milliar dolar AS,” ungkapnya.

“Ini artinya pertumbuhan perusahaan bisa meningkat secara exponensial atau Alpha Growth karena marketnya terus berkembang dan transformasi digital nantinya bisa jadi menjadi sebuah kebutuhan,” kata Erwin.

Kepala IDX Incubator Jawa Barat, Achmad Dirgantara menerangkan, banyak yang belum tahu bahwa WGSHub berasal dari pipeline IDX Incubator Jawa Barat. “Dengan keberhasilan IPO WGSHub, kami berharap akan ada lebih banyak lagi perusahaan yang IPO. Mengikuti jejak WGSH listing di papan akselerasi ke depannya,” papar Dirgantara.

Baca juga
OJK Bersama Bank BJB Menggelar Puncak Acara Bulan Inklusi Keuangan 2021

 

 

Tinggalkan Komentar