Rabu, 30 November 2022
06 Jumadil Awwal 1444

Ekonomi Kontet, Menteri Suharso Pesimis Indonesia Jadi Negara Maju Tahun 2045

Senin, 12 Sep 2022 - 21:45 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa. (Foto:Sinar Harapan).

Kalau Indonesia ingin naik kelas menjadi negara maju pada 2045, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa menyebutkan syarat yang cukup berat. Ekonomi harus tumbuh 6-7 persen.

“Tapi kita tumbuh di bawah itu. Kalau kita tumbuh di bawah itu terus, secara matematik, GNI (Produk Domestik Bruto/PDB) per kapita kita pada 2045 mungkin di bawah 12 ribu dolar AS. Dan, kita akan mengikuti China mengalami middle income trap,” kata Suharso yang tergusur dari posisi Ketum PPP, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Pertumbuhan ekonomi secara tahunan yang mencapai 6 sampai 7 persen menurutnya merupakan potensi yang sebetulnya bisa dicapai Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan berakhir pada 2037 sampai 2040.

Baca juga
Ekonom Bank DBS Pede, Perekonomian Tahun Ini Melompat Tinggi

“Setelah itu kita akan masuk aging society dengan tingkat produktivitas yang menurun kecuali kita bisa menciptakan pekerjaan yang baik untuk masyarakat di atas usia 60 tahun. Ini harus dikejar atau kita terjebak sebagai negara berpendapatan menengah,” katanya.

Ia memperkirakan, pada akhir 2022 pendapatan per kapita Indonesia mencapai US$4.200, sehingga Indonesia masuk kategori negara berpendapatan menengah ke atas.

Sebelum pandemi COVID-19 kategori ini sudah dapat tercapai, tapi Indonesia kembali menjadi negara berpendapatan menengah bawah pada 2020, akibat penyebaran pandemi yang menurunkan produktivitas masyarakat.

Bappenas pun terus merancang program yang mendukung Indonesia keluar dari middle income trap dengan didukung oleh koordinasi dari kementerian dan lembaga yang akan mengimplementasikan setiap perencanaan yang dibuat.

Baca juga
Profil Mardiono, Plt Ketum PPP yang Lengserkan Suharso Monoarfa

Suharso menyebutkan, Indonesia menargetkan mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 dimana pada 2030 emisi ditargetkan berkurang 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional sehingga blended finance diusulkan dibahas dalam Presidensi G20 Indonesia.

“Di Presidensi G20 Indonesia, Bappenas mengusulkan pembahasan blended finance agar diadopsi negara G20 salah satunya untuk melakukan transisi energi yang merupakan bagian capaian dari SDGs, agar bisa mengganti sumber pembangkit listrik dengan energi yang lebih bersih,” katanya.

 

Tinggalkan Komentar